Suara.com - Jutaan dokumen rahasia milik salah satu firma hukum paling tertutup di dunia bocor. Dokumen-dokumen tersebut mengungkap, bagaimana para orang kaya, bahkan sejumlah pemimpin negara-negara dunia, menyembunyikan kekayaannya tanpa perlu membayar pajak dengan bantuan firma tersebut.
Lansiran Independent, para mantan diktator, kepala negara, dan pengusaha yang menggunakan jasa firma tersebut, dituding melakukan praktik pencucian uang, menghindari sanksi, dan mengemplang pajak. Informasi tersebut diungkap lewat setumpuk dokumen yang mengupas data-data rahasia dan cara kerja firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca.
Dokumen yang dinamakan "The Panama Papers" tersebut mengungkap informasi dari 72 kepala negara dan mantan kepala negara yang memakai jasa Mossack Fonseca. Beberapa dari mereka dituding memanfaatkan bank mereka sendiri untuk kepentingan pribadi dan menjarah harta negara.
Mereka yang namanya terseret adalah mantan presiden Mesir Hosmi Mubarak, mantan diktator Libya Muammar Khaddafi, serta Presiden Suriah berkuasa, Bashar al-Assad.
Dua orang dekat Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga turut muncul namanya dalam dokumen tersebut. Salah satunya adalah pemain cello Rusia Sergei Roldugin, yang sudah kenal akrab dengan Putin selama bertahun-tahun. Ia adalah ayah baptis dari putri Putin, Maria. Sergei dan satu orang lainnya dituding terlibat jaringan pencucian uang senilai 1 miliar Dolar melalui Bank Rossiya, sebuah bank yang beroperasi di Saint Petersburg.
Dokumen-dokumen tersebut dimuat pertama kali dalam surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung oleh Konsorsium Jurnalis Iinvestigasi Internasional (ICIJ). Direktur ICIJ, Gerard Ryle, bersama 107 media di lebih dari 70 negara telah menganalisis dokumen-dokumen tersebut.
"Saya pikir kebocoran ini akan memberikan pukulan terbesar yang pernah dialami perusahaan-perusahaan offshore (perusahaan-perusahaan berbadan hukum yang berada diwilayah yurisdiksi di wilayah Tax Haven “Surga Pajak”) setelah adanya dokumen ini," kata Ryle.
Sejumlah pejabat Inggris pun ikut tercatut namanya. Beberapa diantaranya adalah Baroness Pamela Charples, Anggota Parlemen Michael Mates dan mantan wakil letua Partai Konservatif Michael Ashcroft. Namun, mereka membantah terlibat.
Sejumlah pemimpin dunia lain yang ikut disebut namanya adalah Perdana Menteri Eslandia, Sigmundur Gunnlaugsson. Sigmundur dituding menyembunyikan jutaan dolar di sejumlah bank Eslandia dengan bantuan perusahan offshore.
The Guardian menyebut, perusahaan offshore macam Mossack Fonseca biasanya berdiri di negara-negara "tax haven" atau negara surga pajak seperti Panama. Negara-negara ini memberlakukan pajak rendah, bahkan terkadang tidak mengenakan pajak sama sekali agar dana orang-orang berduit mengalir ke negara mereka.
Dokumen Mossack Fonseca juga menunjukkan bahwa para pengguna jasanya bisa menarik uang dalam jumlah banyak tanpa memberitahu identitas mereka. Dalam satu kasus, sebuah firma dapat mewakili seseorang yang berpura-pura sebagai pemilik uang sebesar 1,8 juta Dolar agar si pemilik aslinya dapat menarik uang tanpa perlu diketahui identitasnya.
ICIJ juga sudah memiliki daftar 140 politisi dari lebih dari 50 negara yang memiliki kaitan dengan perusahaan-perusahaan offshore. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di 21 negara surga pajak.
Mossack Fonseca sendiri sudah beroperasi selama 40 tahun tanpa pernah tersentuh tangan hukum manapun. Mereka juga tidak pernah tersandung masalah hukum sama sekali.
Berita Terkait
-
Bakal Jadi Presiden Rusia Sampai 2036, Vladimir Putin: Hanya Tuhan yang Tahu
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha
-
Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman