Majelis Tinggi Muzakarah Ulama dan Tokoh yang dipimpin Habib Rizieq Shihab meluncurkan konvensi calon gubernur muslim di Masjid Al Azhar, Jakarta [suara.com/Nikolaus Tolen]
Imam Besar Forum Pembela Islam Habib Rizieq Shihab mendesak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi memenjarakan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Rizieq menuding Ahok terlibat kasus dugaan penyimpangan dalam pembelian tanah untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras.
"Intinya, tangkap Ahok karena korupsi," kata Rizieq yang juga menjadi inisiator calon gubernur muslim, di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016).
Ditemani 14 tokoh umat Islam, Rizieq siang tadi menemui pimpinan KPK, Saut Situmorang.
Rizieq mengklaim sudah mengantongi barang bukti dugaan keterlibatan Ahok dalam kasus Sumber Waras.
Rizieq tadi datang ke KPK bersama ratusan orang yang merupakan gabungan dari beberapa ormas Betawi dan Islam.
"Kami punya data yang lengkap bahwasannya dia bersalah, kami mempunyai data yang valid bahwa dia melanggar hukum," kata Rizieq.
Selain meminta Ahok ditangkap, Rizieq dan rombongan juga meminta KPK jangan pilih kasih dalam menangani kasus. Hal ini merujuk pada pernyataan salah satu komisioner KPK yang menilai belum ada indikasi korupsi dalam kasus Sumber Waras.
"Iya, (komisioner) Basaria Pandjaitan kan bilang tidak ada niat jahatnya, mengapa dia bilang demikian," kata Rizieq.
Sementara itu, dalam demo tadi, sempat diwarnai insiden dengan pengguna jalan yang merasa terganggu dengan konsentrasi massa. Pasalnya, dua jalur jalan di depan gedung KPK ditutup demonstran sehingga arus kendaraan lumpuh total.
Namun, peristiwa tersebut tak berujung bentrokan karena berhasil didamaikan.
Di berbagai kesempatan, Ahok menegaskan tidak terlibat dalam kasus Sumber Waras. Ahok mendukung KPK mengusut tuntas kasus tersebut.
"Intinya, tangkap Ahok karena korupsi," kata Rizieq yang juga menjadi inisiator calon gubernur muslim, di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016).
Ditemani 14 tokoh umat Islam, Rizieq siang tadi menemui pimpinan KPK, Saut Situmorang.
Rizieq mengklaim sudah mengantongi barang bukti dugaan keterlibatan Ahok dalam kasus Sumber Waras.
Rizieq tadi datang ke KPK bersama ratusan orang yang merupakan gabungan dari beberapa ormas Betawi dan Islam.
"Kami punya data yang lengkap bahwasannya dia bersalah, kami mempunyai data yang valid bahwa dia melanggar hukum," kata Rizieq.
Selain meminta Ahok ditangkap, Rizieq dan rombongan juga meminta KPK jangan pilih kasih dalam menangani kasus. Hal ini merujuk pada pernyataan salah satu komisioner KPK yang menilai belum ada indikasi korupsi dalam kasus Sumber Waras.
"Iya, (komisioner) Basaria Pandjaitan kan bilang tidak ada niat jahatnya, mengapa dia bilang demikian," kata Rizieq.
Sementara itu, dalam demo tadi, sempat diwarnai insiden dengan pengguna jalan yang merasa terganggu dengan konsentrasi massa. Pasalnya, dua jalur jalan di depan gedung KPK ditutup demonstran sehingga arus kendaraan lumpuh total.
Namun, peristiwa tersebut tak berujung bentrokan karena berhasil didamaikan.
Di berbagai kesempatan, Ahok menegaskan tidak terlibat dalam kasus Sumber Waras. Ahok mendukung KPK mengusut tuntas kasus tersebut.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal