Suara.com - Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Miming Listiyani yang ditemukan tewas di Cabarita, Sydney, Australia. Pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Canberra dan KJRI di Sydney terus berkoordinasi dengan otoritas Australia untuk pengusutan kasus pembunuhan Miming.
"Sejak menerima informasi tersebut, maka KBRI Carnbera dan KJRI Sydney secara terus menerus melakukan komunikasi dengan otoritas Australia untuk dapatkan informasi lanjutan mengenai tindakan kriminal tersebut. Kasus ini ditangani oleh Burwood Police Station," kata Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (11/4/2016).
Dia menjelaskan, tim konsuler KJRI di sana telah bertemu dengan pihak keluarga. Tim mendampingi pihak keluarga tadi pagi untuk bertemu kepolisian setempat guna penyelidikan lebih lanjut.
"Pertemuan dengan kepolisian setempat berlangsung satu jam, dan sudah diantar kembali ke rumahnya," ujar dia.
Selanjutnya, pihak kepolisian setempat akan melakukan autopsi seizin pihak keluarga guna pengusutan kasus tersebut.
"Proses post mortem akan segera dilakukan dan sesuai dengan permintaan keluarga. KJRI Sydney telah memfasilitasi kedatangan keluarga korban, yaitu adik dari ayah korban. Sebagai informasi, almarhumah telah dua kali mengganti paspor Indonesia, yaitu pada tahun 2008 dan pada tahun 2012," ungkap dia.
"Almarhumah saat ini korban adalah pemegang permanen residence Australia".
Sebelumnya, polisi Australia telah menangkap Khanh Tanh Ly (35), atas tuduhan pembunuhan. Dirinya tertangkap basah sedang dalam kondisi telanjang di dekat jenazah Miming yang juga ditemukan tanpa busana di tepi Sungai Parramatta, dekat dermaga Cabarita, Sydney, Jumat (8/4/2016) pagi.
Ly bukan orang asing bagi kepolisian Australia. Dia terlibat di dalam jaringan penyelundup narkoba Bali Nine.
Ly punya julukan sebagai 'letnan' dari sindikat tersebut. Dia merupakan rekan dari Duo Bali Nine, yakni Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Dua orang itu telah dieksekusi mati di Nusakambangan, April 2015 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan