Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut B Panjaitan mengatakan, angka penggunaan sabu-sabu di Indonesia tahun 2015 meningkat sebesar 350% bila dibandingkan tahun 2014.
"Penggunaan sabu-sabu di tahun 2014 sebanyak 718.145,8 gram dan naik menjadi 2.566.410,64 gram di tahun 2015, sedangkan ekstasi dari 472.539,25 butir dan 370,67 gram meningkat 1.336.455,25 butir tambah 4.141,52 gram atau naik sebesar 280 persen di periode yang sama," kata Menteri pada Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) di Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (19/4/2016).
Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN), angka penyalahgunaan narkoba pada tahun 2015 sebanyak 5,9 juta. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun tahun 2011 sebanyak 3,8 juta.
Selanjutnya, pada lembar paparan Menkopolhukam disebutkan, peningkatan kasus narkoba dari tahun 2014-2015 sebesar 13% atau menjadi tertinggi sejak lima tahun terakhir.
Pada tahun 2011, kasus narkoba sebanyak 29.713 kasus atau naik 11,64% dibanding tahun sebelumnya sebanyak 26.614 kasus. Tahun selanjutnya 2012, turun sebesar 3,67% atau sebanyak 28.623 kasus, tahun 2013 naik sebesar 8,86% atau sebanyak 35.436 kasus, tahun berikutnya naik sebesar 0,09% atau sebanyak 35.469 kasus sedangkan di tahun 2015 naik sebesar 13,49% atau 40.253 kasus.
"Narkoba telah menjadi isu nasional. Sebanyak 33 orang meninggal setiap harinya," katanya.
Terhadap persoalan peredaran penyalahgunaan narkoba, Luhut menuturkan, pemerintah punya kebijakan baru yang tegas di mana untuk pengedar terancam hukuman mati, sementara para pemakai akan direhabilitasi.
"Bagi yang addicted (pecandu) hampir tidak bisa recovery. Karena itu jangan sekali-kali untuk mencobanya. Polisi, tentara, gubernur, bupati, jangan pernah mencoba. Harus lihat anak anak kita," ungkapnya.
Menkopolhukam berharap, masyarakat ikut mengidentifikasi peredaran narkoba ini, sementara instansi teknis terkait seperti BNN maupun lembaga pemasyarakatan akan saling berkoordinasi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG