Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua meminta kepolisian untuk menangani masalah pendemo di wilayahnya tanpa harus melakukan penangkapan.
Ketua DPR Provinsi Papua Yunus Wonda mengatakan meskipun informasinya pendemo sudah dibebaskan, penangkapan ini merupakan cara yang sangat tidak bagus sehingga diminta kepada Kapolda Papua untuk mulai menghentikan hal ini.
"Kami menyarankan pihak kepolisian agar lebih mengedepankan pendekatan hati nurani dalam mengawal setiap aksi demo," katanya.
Menurut Yunus, penangkapan seperti itulah yang dibutuhkan pendemo untuk menyerang balik pemerintah dan aparat keamanan dengan isu demokrasi yang dibungkam di negeri ini.
Cara penanganan oleh kepolisian ke depan harus profesional dan tidak harus dengan tangkap dan pukul, ujarnya.
"Kami akan berkomunikasi dengan Kapolda Papua untuk mempertanyakan penangkapan itu, sebab sikap tersebut sangat menciderai demokrasi di tanah ini," katanya lagi.
Sebelumnya, sebanyak 750 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ditangkap polisi dan diamankan di Lapangan Mako Brimob Polda Papua, Kotaraja, Kota Jayapura-Provinsi Papua.
Penangkapan ratusan anggota KNPB dilakukan dari berbagai lokasi tempat kelompok ini melakukan aksi unjuk rasa, diantaranya di Lingkaran Abepura, Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura, Lampu merah Waena dan di Uncen Waena. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya
-
BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid