Suara.com - Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa di Bali 17 Mei mendatang. Untuk memilih ketua umum baru itu, Golkar merogoh kocek dalam-dalam sampai Rp70 miliar.
"Estimasi biaya Munaslubnya mencapai Rp70 miliar," kata Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Partai Golkar, Laurens Siburian usai berkonsultasi dengan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK Jalan Rasuna Sakd, Jakarta Selatan, Rabu (4/5/2016).
Menurut Laurens, dana sedemikian besat tersebut akan diatur oleh Penyelenggara Munaslub, termasuk asal usul dana itu.
Sebenarnya untuk menopang dana sebesar itu, pihak penyelenggara Munaslub memutuskan setiap calon ketua umum wajib memberikan uang sebesar Rp1 miliar. Sehingga tidak perlu mengambil dana dari kas partai.
Namun rencana tersebut terancam batal. Karena KPK sudah meminta agar langkah tersebut tidak dijalankan.
Alasan yang terlibat adalah penyelenggara negara menjadi kekuatan KPK dibalik saran tersebut. Pasalnya, kasus dugaan korupsi berupa penerimaan gratifikasi atau hadiah akan muncul jika langkah tersebut terus dijalankan.
"Kalau kata KPK Rp1 miliar itu tidak boleh, dibatalkan karena baik calon yang akan dipilih itu kan penyelenggara negara seperti anggota DPR maupun yang punya suara bisa juga dia anggota DPR, bupati, gubernur, walikota. Jadi yang memberi dan menerima itu bisa saja pejabat atau penyelenggara negara. Oleh karena itu, terkait masalah gratifikasi, itu bisa masuk dalam ketentuan gratifikasi, karena itu dilarang memberikan sumbangan Rp1 miliar di Munslub ini," kata Laurens.
Tag
Berita Terkait
-
Usai Minta Golkar Batalkan Iuran Rp1 M, KPK Siap Awasi Munaslub
-
KPK Minta Golkar Tiadakan Iuran Rp1 Miliar Bagi Caketum Partai
-
Ini Jurus Setya Novanto untuk Dongkrak Suara Partai Golkar
-
Ditanya Dukungan Jokowi, Setya Novanto Malah Tertawa
-
Jika Jadi Ketum Golkar, Setya Novanto Mundur dari Ketua Fraksi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau