News / Nasional
Kamis, 05 Mei 2016 | 12:38 WIB
Menteri Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]

Suara.com - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti menilai kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun (14) yang dilakukan 14 pemuda sebagai cambuk bagi pemerintah daerah untuk memerangi kemiskinan dan penyakit sosial.

"Ini teguran sekaligus cambuk bagi kita semua untuk memerangi kemiskinan dan keterbelakangan daerah kita," kata Gubernur Ridwan di Bengkulu, Kamis (5/5/2016).

Saat mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menemui keluarga korban di Kota Curup, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, Ridwan mengatakan kemiskinan menjadi salah satu pemicu penyakit sosial.

Dia mengibaratkan kasus yang menimpa siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding itu ibarat fenomena gunung es yang harus dipecahkan dengan serius dan komprehensif.

"Program penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas, terutama di 670 desa tertinggal," ujarnya.

Kemiskinan menurut dia dapat melahirkan beragam penyakit sosial.

"Kita sedih atas kepergian Yuyun yang tragis dan kita marah kepada para pelakunya, tapi kasus ini jadi pelajaran keras untuk mengatasi kemiskinan dan penyakit sosial," ujarnya.

Pemerkosaan dan pembunuhan yang menimpa Yuyun telah menarik perhatian masyarakat luas. Seruan untuk menghukum seberat-beratnya para pelaku, bahkan juga dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo.

Peristiwa tragis itu terjadi pada 2 April 2016. Sebanyak 12 dari 14 pelaku pelaku telah ditangkap.

Dari 12 orang tersangka tersebut, tujuh orang berusia di bawah 17 tahun dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Curup.

Dalam sidang tuntutan yang digelar pada 3 Mei 2016 di Pengadilan Negeri Curup, tujuh orang tersangka yang masih berstatus anak di bawah umur dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

Load More