Suara.com - Razqa Alkholifi Pamudji tewas setelah diimunisasi di Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kematian bayi 5 bulan itu geger.
Ayah Razqa, Agung Pamudji membawa anaknya ke Puskesmas, Rabu (11/5/2016). Razqa disuntik imunisasi. Setelah suntik, Razqa mengalami demam tinggi sampai, Kamis (12/5/2016) sore.
Sampai Kamis malam, panas Razqa tetap tinggi. “Walau sudah diberikan resep Obat Puyer Penurun panas," kata Agung kepada suara.com di Jalan Sawit RT 12/10, Kalisari Jakarta Timur, Rabu (25/5/2016).
Agung menambahkan obat yang diberikan oleh puskesmas Pasar Rebo, dokter Bono yang melakukan Imunisasi itu.
"Sabtu (14/5/2016) obat puyer yang diberikan dokter sudah habis, tapi razqa panasnya tidak turun juga. Saya inisiatif untuk membeli obat tetes Sanmol untuk bayi dan diminumkan sesuai petunjuk,"ujar Agung.
"Ternyata pada Minggu (15/5/2016) malam, demam Razqa tidak turun juga, terpaksa kami membawa Razqa kembali ke Instalasi Gawat Darurat, Puskesmas, Pasar rebo,"Agung Menambahkan.
Lanjut Agung ketika sudah dibawa ke IGD puskesmas Pasar Rebo, yang juga langsung ditangani Dr. Bono dilakukan penanganan pemeriksaan terhadap Razqa.
"Yang parahnya mas, saat ditangani hanya di geletakan di atas meja kerjanya mas, almarhum (Razqa), bukan di tempat tidur pemeriksaan," ujar Agung.
Sementara itu Agung sudah menanyakan kepada Dr. Bono dimana anaknya sudah merasa demam tinggi lebih tiga hari lalu pasca Imunisasi dan yang perlu dilakukan pengambilan darah.
"Dr. Bono tidak menggubris itu mas, malah menerangkan tidak perlu dilakukan cek darah, dia malah memberikan kembali obat resep Antibiotik. Menyarankan melanjutkan obat yang ada di rumah diminumkan lagi dan ditambah dosisnya," kata agung.
"Tidak ada sama sekali dokter bilang Razqa sakit apa? Itu tidak ada perintah dokter untuk saya melakukan sesuatu, dokter hanya beri resep saja , tidak mengetahui Razqa sakit apa," ujar Agung.
Lanjut Agung, Senin (16/5/2016) malam, kondisi Razqa masih terus demam tinggi dan tidak ada perubahan sedikit pun. Ternyata pada Selasa (17/5/2016) malam kondisi Razqa tubuhnya merasa mulai dingin.
"Tapi mas Rabu (18/5/2016), Razqa mengalami sesak nafas dan demam, saya panik langsung melihat anak saya seperti itu saya bawa ke puskesmas, Pasar Rebo untuk mendapat pertolongan pertama, dan rujukan untuk kerumah sakit," ujar Agung.
Saat itu langsung mendapatkan pertolongan pertama di puskesmas, dan pemberian oksigen dan obat penurunan panas melalui anus.
"Razqa tidak tertolong mas sampai saat ini tidak tahu apa yang menjadi penyebab meninggalnya, tanpa di diagnosa yang jelas oleh puskesmas, itu dikarena tidak ada sama sekali dari dokter lakukan pengecekan darah pada Razqa mas," ujar Agung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina