Suara.com - Penyakit mengerikan yang menyebabkan penderitanya mengalami cacat pada bagian tubuh dan wajah mewabah di negara-negara kawasan Timur Tengah. Penyakit tersebut diduga mewabah akibat menurunnya jumlah fasilitas kesehatan dan kualitas kehidupan warga yang rentan terjangkit.
Penyakit tersebut dinamakan Cutaneous leishmaniasis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dalam aliran darah yang ditularkan lewat gigitan lalat pasir. Penyakit ini dapat menyebabkan timbulnya luka menganga di kulit.
Ini memang bukan penyakit baru. Leishmanisasis sudah menjadi penyakit endemik di Suriah selama berabad-abad dan suatu waktu pernah dikenal dengan julukan "Iblis Aleppo". Namun, seiring dengan memburuknya perang saudara yang terjadi di negeri tersebut, penyakit ini kembali mewabah.
Berdasarkan data dari jurnal ilmiah PLOS, penyakit ini kini menjangkiti ratusan ribu orang yang tinggal di kamp pengungsi atau mereka yang tinggal di zona konflik. Situasi serupa disinyalir juga terjadi di Libya dan Yemen, negara yang berbatasan langsung dengan Suriah.
"Kami melihat banyak jenis penyakit, termasuk leishmaniasis di zona konflik dan kami perlu mencegah situasinya memburuk seperti Ebola dalam konflik yang terjadi di Afrika Barat pada tahun 2014," kata Dekan Sekolah Nasional Pengobatan Tropis AS, Utusan Sains AS untuk Timur Tengah, dan penulis riset PLOS kepada Digital Journal.
Pada tahun 2015, lebih dari separuh rumah sakit umum di Suriah ditutup atau tetap beroperasi meskipun pincang. Hal ini membuat banyak penderita leishmaniasis tidak mendapatkan perawatan.
Di Suriah, kasus leishmaniasis yang tercatat Kementerian Kesehatan berlipat ganda, dari 23.000 kasus sejak awal perang saudara tahun 2011, menjadi 41.000 kasus pada tahun 2013, demikian berdasarkan hasil riset PLOS.
Negara-negara tetangga Suriah juga melaporan meningkatnya kasus leishmaniasis. Di Lebanon, kasus penyakit tersebut meningkat dari 6 kasus dalam 12 tahun terakhir menjadi 1.033 kasus pada tahun 2013. Ratusan kasus juga dilaporkan di Turki dan Yordania.
Di Libya, jumlah kasus penyakit ini juga dilaporkan meningkat. Sementara itu, di Yaman, setiap tahunnya ada 10.000 kasus. Dengan banyaknya warga Yaman yang mengungsi ke Arab Saudi, penyakit tersebut dikhawatirkan akan menyebar pula ke negeri tersebut.
"Ada ribuan kasus di kawasan Timur Tengah namun masih disepelekan karena tidak ada yang tahu jumlah pasti para penderitanya," kata Dr. Waleed Al-Salem dari Liverpool School of Tropical Medicine.
"Ketika orang digigit oleh lalat pasir - yang mana berukuran kecil, bahkan lebih kecil dari nyamuk - apa saja bisa terjadi antara dua hingga enam bulan infeksi," ujar Waleed.
"Seseorang yang terjangkit dari Suriah mungkin terbang ke Lebanon atau Turki, bahkan ke Eropa saat mengungsi," katanya.
Cutaneous leishmaniasis merupakan satu dari 17 penyakit tropis yang dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penyakit yang diabaikan. WHO mengatakan, harus ada pemahaman, pengawasan, dan pelatihan lebih untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut. (Independent)
Berita Terkait
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!