News / Metropolitan
Senin, 06 Juni 2016 | 12:34 WIB
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok [suara.com/Meg Phillips]

Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) santai saja menanggapi hasil survei Lembaga Survei Politik Indonesia yang menyebutkan elektabilitas Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra sudah mendekati peringkat Ahok.

"Ya sebentar lagi juga akan melampaui aku kok," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/6/2016).

Survei dilaksanakan pada 22-27 Mei 2016 dengan metode multistage random sampling. Responden yang disurvei sebanyak 440 orang dengan margin of error sebesar 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden diminta menjawab tentang siapa tokoh yang akan dipilih kalau pilkada Jakarta digelar hari ini. Ahok memperoleh 23 persen dukungan responden. Sedangkan Yusril mendapatkan 19 persen dukungan responden, Tri Rismaharani 6,9 persen dukungan, dan Sandiaga Uno meraih 6,3 persen suara. Sementara Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat cuma mendpaat 3,7 persen dukungan.

Menurut simulasi empat nama kandidat DKI 1, elektabilitas Ahok berada di posisi tertinggi: 36,4 persen. Di bawah Ahok adalah Yusril yang mencapai 29,8 persen, Risma di posisi 9,5 persen, dan Sandiaga Uno 2,5 persen. Sedangkan, sebanyak 21,8 persen tidak ikut memutuskan ketika disurvei.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Strategis Ahmad Nasuhi menilai tren tersebut patut dicermati calon petahana. Sebab, kata dia, dengan angka yang beda sekitar lima persen tersebut tidak menutup kemungkinan calon petahana disalip oleh Yusril dalam waktu dekat.

"Kalau benar begitu Yusril sangat bisa kalahkan Ahok. Lima persen itu rentang margin error lho," kata Nasuhi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/6/2016).

Saat ini, Ahok sedang siap-siap maju ke pilkada Jakarta melalui jalur independen. Dia maju bersama Heru Budi Hartono.

Sementara Yusril, sekarang ini belum pasti bisa maju ke pilkada karena belum ada partai yang secara resmi mengusungnya, meski namanya masuk daftar calon terkuat dari Partai Gerindra.

Load More