Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara berinisial R. Panitera ini diduga menerima suap dari pihak yang sedang berperkara di pengadilan. Dihubungi secara terpisah, Hubungan Masyarakat PN Jakarta Utara Hasoloan Sianturi mengatakan belum tahu banyak soal itu.
"Tapi kalau dilihat diabsen, dia masuk hari ini, tadi pagi beliau mengisi absen," kata Hasoloan, Rabu (15/6/2016).
Namun setelah itu, Hasoloan tidak tahu lagi kemana R karena saat ini tidak berada di pengadilan.
"Tapi kalau dilihat diabsen, dia masuk hari ini, tadi pagi beliau mengisi absen," kata Hasoloan, Rabu (15/6/2016).
Namun setelah itu, Hasoloan tidak tahu lagi kemana R karena saat ini tidak berada di pengadilan.
"Kalau R memang sekarang belum ada di kantor, kami sedang cari tahu dia dimana sekarang, kalau saat ini nggak ada yang bersangkutan, nggak ada," katanya.
Saat ini, Hasoloan belum dapat menjelaskan lebih jauh mengenai kasus penangkapan KPK.
"Nanti kita cari tau dulu dia dimana," kata Sianturi.
Saat ini, Hasoloan belum dapat menjelaskan lebih jauh mengenai kasus penangkapan KPK.
"Nanti kita cari tau dulu dia dimana," kata Sianturi.
Sebelumnya Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penyidik melakukan operasi tangkap tangan terhadap panitera PN Jakarta Utara pada pukul 10.30 WIB. Namun, dia belum mau membeberkan kasus apa dan siapa paniteranya.
"Yap, ada OTT, kasusnya nunggu konpers, Mbak Yeye nanti yang konpers," kata Agus usai rapat dengar pendapat dengan Komisi III, DPR.
Menurut informasi yang beredar di kalangan media, R ditangkap usai menerima suap terkait kasus yang sedang ditangani pengadilan.
"Yap, ada OTT, kasusnya nunggu konpers, Mbak Yeye nanti yang konpers," kata Agus usai rapat dengar pendapat dengan Komisi III, DPR.
Menurut informasi yang beredar di kalangan media, R ditangkap usai menerima suap terkait kasus yang sedang ditangani pengadilan.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Momen Haru Sidang Kasus Demo Agustus, Ayah Terdakwa Peluk Anak di PN Jakut
-
Kabur usai Jalani Sidang di PN Jakut, Terdakwa Jawir Ditangkap saat Temui Kekasihnya di Cikarang
-
Drama di Pengadilan: Saksi Hotman Paris Beri Jawaban Identik, Razman Arif Nasution Curiga!
-
Segini Kekayaan Ibrahim Palino, Ketua PN Jakut Polisikan Razman Nasution Cs
-
Gegara Bikin Gaduh di Sidang, Razman Nasution Dilaporkan PN Jakut ke Bareskrim Atas Perintah MA
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin