Hadar Nafis Gumay terpilih menjadi Pelaksana Tugas Ketua KPU. (suara.com/Oke Atmaja)
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menitipkan pesan kepada pelaksana tugas Ketua KPU Hadar Nafis Gumay. Dari enam komisioner, Hadar menggantikan sementara tugas Husni Kamil Manik yang meninggal dunia.
"Selamat untuk Pak Hadar. Semoga ke depan beliau (Hadar) bisa menjadi pemimpin yang bisa membawa KPU lebih baik, tidak berpolemik dan bisa berdialektika dengan baik. Jangan masalah di internal maupun di DPR yang sudah ada forumnya, dibawa ke ruang publik. Itu koreksi untuk saya," kata Arteria dalam pernyataannya, Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Dia menambahkan, Komisi II DPR menginginkan yang terbaik untuk KPU. Komisi II juga ingin mengkaji aturan yang ada untuk mencari tahu apa yang yang sejatinya dibutuhkan dan diinginkan oleh internal KPU.
Menurutnya, pergantian komisioner tidak semudah dengan mengambil nama sesuai nomor urut hasil fit and proper test pada 2012. Sebab, hasil fit and proper test pada tahun itu belum tentu sama dengan masa sekarang.
"Toh perlu dilihat kembali rekam jejaknya selama empat tahun ini, apakah masih memenuhi persyaratan atau tidak," kata dia.
Di sisi lain, Arteria meminta kepada Pimpinan DPR untuk bersurat kepada Presiden guna memberitahukan untuk melakukan pemberhentian Husni. Kemudian, untuk dicarikan pengganti Husni sesuai dengan hasil fit and proper test pada 2012.
Arteria menerangkan, setelah itu, pemerintah perlu melakukan verifikasi ulang terhadap calon yang berhak itu. Verifikasi ini dilakukan untuk mengetahui sang calon masih memenuhi persyaratan sebagaimana di atur dalam UU. "Jadi tidak perlu diverifikasi oleh DPR. Silakan pemerintah verifikasi lalu hadirkan ke DPR," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Berapa Gaji dan Kekayaan Ketua KPU M Afifuddin? Kena Teguran Keras Sering Pakai Private Jet
-
Ketua KPU: Dunia Sampai Akhirat Tak Akan Ada Lagi, Pemilu Serentak Hanya di Indonesia!
-
Drama KPU Berakhir, Ijazah Capres Kini Kembali Terbuka untuk Publik
-
Usai Dicabut, KPU Klaim Penerbitan Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 Bukan untuk Lindungi Siapapun
-
Selain Ijazah, Laporan Harta Kekayaan LHKPN Capres dan Cawapres juga Dirahasiakan KPU
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
-
Di Balik Ambisi B50 Dikritik: Diklaim Hemat Energi, Tapi Bebani Lingkungan dan Rakyat
-
Tinjau Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar
-
KPK Limpahkan Suap Impor Bea Cukai ke Pengadilan Tipikor, Nilai Lebih Rp40 Miliar
-
Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri
-
Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka
-
Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?
-
Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
-
Polisikan Ade Armando dan Abu Janda, Advokat Maluku Bawa Bukti Pelintiran Video JK
-
Konflik Berdarah di Gurdwara Moers Jerman, 11 Orang Luka Parah Rebutan Duit Kuil