Suara.com - Terpidana mati kasus narkoba Zulfiqar Ali telah menempati ruang isolasi di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
"Sudah di ruang isolasi sejak kemarin (Senin). Istrinya sedang ke Nusakambangan, ibunya sudah datang langsung dari Pakistan dan sudah di sana (Nusakambangan)" kata pengacara Saut Edward Rajagukguk di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (27/7/2016).
Padahal, kata dia, Zulfiqar dalam keadaan sakit ginjal yang telah diderita selama tujuh tahun.
Menurut dia ginjal Zulfiqar hanya berfungsi 35 persen dan kadar gulanya tinggi.
Kendati demikian, kata dia, belum sempat menemui Zulfiqar Ali yang saat ini telah berada di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan Batu, Pulau Nusakambangan.
"Saya belum sempat bertemu. Saya berharap ikut ketemu. Akan tetapi, karena masalah administrasi, saya nggak bisa ketemu," katanya.
Saut menambahkan kepastian mengenai Zulfiqar masuk dalam daftar eksekusi hukuman mati tahap ketiga diperoleh dari Kedutaan Besar Pakistan.
"Info itu karena kemarin Kedutaan Besar Pakistan dipanggil di Kejari (Kejaksaan Negeri) Cilacap, di situ diberi tahu Zulfiqar Ali akan dieksekusi. Saya sudah bertemu dan katanya benar," kata dia.
Menurut dia notifikasi terkait dengan rencana eksekusi hukuman mati terhadap Zulfiqar telah diberikan oleh kejaksaan kepada Kedutaan Besar Pakistan.
Akan tetapi, pengacara belum menerima notifikasi terkait rencana eksekusi hukuman mati tersebut.
Saat ditanya mengenai kapan eksekusi hukuman mati akan dilaksanakan, dia mengatakan hingga saat kejaksaan belum memberikan informasi mengenai hari-H pelaksanaan eksekusi.
Seperti diwartakan, Zulfiqar dipindahkan dari Lapas Narkotika, Cipinang, Jakarta, ke Lapas Batu, pada 30 April 2016.
Akan tetapi, sejak 16 Mei 2016, Zulfiqar yang divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tahun 2005 atas kasus kepemilikan 300 gram heroin itu dirawat di Ruang Dahlia, Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap karena komplikasi bronkitis, lever, dan hepatitis.
Selanjutnya, pada hari Senin (25/7/2016), Zulfikar yang dalam kondisi sakit dijemput petugas gabungan dari RSUD Cilacap untuk dibawa kembali Lapas Batu dan malam harinya dikabarkan ditempatkan di ruang isolasi yang merupakan bangunan baru di bagian belakang lapas tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
'Gue Enggak Sanggup!' Jeritan Hati Ammar Zoni usai Dipindah ke Nusakambangan
-
Mata Ditutup dan Tangan Kaki Diikat, Ammar Zoni Resmi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang