Suara.com - Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Mamuju, Sulawesi Barat, menahan Yusman (24), tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap anak tirinya sendiri, Jumardi (3).
Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP Ade Candra Capa Yanto mengaku telah memeriksa. Yusman pun mengakui perbuatannya dihadapan penyidik.
"Jadi pelaku sudah kita amankan dan periksa, yaitu ayah tiri korban bernama Yusman. Selanjutnya, kita tetap lakukan investigasi dan mengumpulkan bukti-bukti," kata Ade Candra di Mamuju, Minggu (8/8/2016).
Menurut Ade, kasus ini tergolong kasus berat, karena menghilangkan nyawa seseorang. Korbannya merupakan anak yang masih balita.
"Ini baru kejadian pertama. Diduga meninggalnya tidak wajar dan ada tanda-tanda kekerasan. Tapi, kita belum bisa menyimpulkan pasal apa yang menjerat pelaku. Yang pasti kita rampungkan dulu semua proses hukumnya," ucapnya.
Ade menambahkan, pihaknya telah bersepakat dengan keluarga korban untuk melakukan autopsi jenazah Jumardi.
"Sudah ada persetujuan dengan pihak keluarga korban untuk kita otopsi di Mamuju dengan mendatangkan dokter ahli forensik dari rumah Sakit Bayangkara Makassar," ujar Ade Candra.
Ibu korban, Sufiah (21) menemukan anaknya tak bernyawa, Sabtu (6/08/16) pagi. Ia mendapati anaknya tak bernyawa dengan luka dan lebam di sekujur tubuh.
"Saya menghadiri acara syukuran di Salletto tadi malam, dan waktu saya pulang ke rumah, saya dapat Jumardi dalam keadaan tidur. Nanti pagi-pagi (Sabtu pagi) saya baru tahu kalau anak saya sudah meninggal," kata Sufiah.
Setelah mengetahui anaknya tak bernyawa lagi, Sufiah memberitahu pihak keluarga. Akhirnya, kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian resort (Polres) Mamuju. (Antara)
Berita Terkait
-
Yohana Ingin Perppu Perlindungan Anak Jadi Kado Hari Anak
-
Begini Cara Para Pendongeng Gelar Kampanye Stop Kekerasan Anak
-
INSPIRE Indonesia Minta Pemerintah Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
-
Ortu Bocah Korban Pemukulan Marinir Tak Berani Pulang ke Rumah
-
Bocah Korban Pemukulan Marinir Telah Keluar Rumah Sakit
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz