News / Metropolitan
Senin, 08 Agustus 2016 | 17:40 WIB
Ketua DPP Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nusron Wahid menyambangi Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rabu (30/3/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Siang tadi, Nusron Wahid menyambangi kantor Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kedatangan politisi Partai Golkar yang kini menjadi ketua tim sukses Ahok di pilkada Jakarta periode 2017-2022 luput dari pantauan awak media. Ada apa gerangan?

"Dia sih nggak ngomongin pilkada gimana. Dia sudah tahu tinggal nunggu untuk (pendaftaran) kok," kata Ahok usai pertemuan dengan Nusron di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/8/2016).

Pertemuan tadi, kata Ahok, membahas mengenai masalah sampah warga Jakarta yang dibuang di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Dia ngomongin ini saja, soal sampah, gimana, karena itu salah satu masalah di Bekasi. Kan dia baru (menghadiri) pelantikan Pepen (Rahmat Effendi), Wali Kota Bekasi," kata Ahok.

Rahmat Effendi merupakan Wali Kota Bekasi yang terpilih kembali menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Bekasi pada Musyawarah Daerah IV, Selasa (2/8/2016) lalu.

Topik sampah dibicarakan dalam pertemuan antara Ahok dan Nusron membuat wartawan bingung. Pasalnya, Nusron bukan pakar lingkungan.

Wartawan memancing Ahok untuk mengungkapkan apakah dalam pertemuan tadi membahas persiapan pilkada, lantas Ahok mengakui tadi Nusron menanyakan siapa calon wakil gubernur yang akan dipilih Ahok nanti.

"Pilkada, dia cuma ngomong gini saja, 'jadi wakil siapa nih? Karena mereka tetep sepakat terserah saya. Saya bilang ya kita lihat saja," ujar Ahok.

Ahok akan maju ke pilkada periode kedua. Periode pertama dia didukung PDI Perjuangan dan Gerindra. Pada periode kedua, dia didukung Nasdem, Hanura, dan Golkar.

Load More