Suara.com - Siang tadi, Nusron Wahid menyambangi kantor Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kedatangan politisi Partai Golkar yang kini menjadi ketua tim sukses Ahok di pilkada Jakarta periode 2017-2022 luput dari pantauan awak media. Ada apa gerangan?
"Dia sih nggak ngomongin pilkada gimana. Dia sudah tahu tinggal nunggu untuk (pendaftaran) kok," kata Ahok usai pertemuan dengan Nusron di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/8/2016).
Pertemuan tadi, kata Ahok, membahas mengenai masalah sampah warga Jakarta yang dibuang di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Dia ngomongin ini saja, soal sampah, gimana, karena itu salah satu masalah di Bekasi. Kan dia baru (menghadiri) pelantikan Pepen (Rahmat Effendi), Wali Kota Bekasi," kata Ahok.
Rahmat Effendi merupakan Wali Kota Bekasi yang terpilih kembali menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Bekasi pada Musyawarah Daerah IV, Selasa (2/8/2016) lalu.
Topik sampah dibicarakan dalam pertemuan antara Ahok dan Nusron membuat wartawan bingung. Pasalnya, Nusron bukan pakar lingkungan.
Wartawan memancing Ahok untuk mengungkapkan apakah dalam pertemuan tadi membahas persiapan pilkada, lantas Ahok mengakui tadi Nusron menanyakan siapa calon wakil gubernur yang akan dipilih Ahok nanti.
"Pilkada, dia cuma ngomong gini saja, 'jadi wakil siapa nih? Karena mereka tetep sepakat terserah saya. Saya bilang ya kita lihat saja," ujar Ahok.
Ahok akan maju ke pilkada periode kedua. Periode pertama dia didukung PDI Perjuangan dan Gerindra. Pada periode kedua, dia didukung Nasdem, Hanura, dan Golkar.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat