Suara.com - Organisasi masyarakat Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Tanjungbalai mendesak kepolisian mengusut kasus kematian siswi SMA berinisial "D" yang diduga meninggal dengan tidak wajar usai menghadiri pesta di sebuah hotel.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara di Tanjungbalai, Selasa, mengatakan, kasus tersebut perlu diungkap hingga tuntas sehingga jelas motif kematian korban.
"Kami minta polisi menegakkan hukum dengan baik dan benar dengan mengusut pihak-pihak yang terlibat", ujarnya di Gedung Pemuda Tanjungbalai.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Mahyaruddin, Polres Tanjungbalai telah menangkap empat orang diduga terlibat kematian siswi yang disinyalir menjadi korban perkosaan dan dicekoki obat-obatan terlarang itu.
Diketahui dua dari empat tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan dua lainnya sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
"Dalam menangani kasus ini, secara tegas kami meminta polisi agar profesional dan bekerja sesuai SOP sehingga nantinya tidak ada pihak yang dirugikan," katanya.
Mahyaruddin juga mendesak agar Pemkot Tanjungbalai meninjau kembali perizinan sejumlah hotel, khususnya hotel yang menjadi tempat kejadian perkara.
"Hal itu karena selama ini hotel berbintang mau pun kelas melati yang ada di kawasan tersebut disinyalir jadi tempat transaksi narkotika dan prostitusi," ujarnya.
Kepala Bagian Humas Polres Tanjungbalai AKP Yani Sinulingga menjelaskan, polisi telah menangkap empat orang yang diduga terlibat kasus tersebut, yakni AL, JN, dan DG, serta HS yang merupakan petugas security hotel.
"AL dan HS telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan JN dan DG hingga saat ini sedang menjalani proses penyidikan," ujarnya.
Sebelumnya, korban yang masih berusia 16 tahun meninggal di salah satu RS di Tanjungbalai pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 08.30 WIB dengan mulut mengeluarkan busa.
Korban diketahui menghadiri acara ulang tahun temannya di hotel yang berada di KM 7 Tanjungbalai tersebut. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap