Suara.com - Tersangka pembunuh Sukamto (47), warga Jalan Ki Hajar Dewantoro, RT 6, RW 1 , nomor 8, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, ditangkap polisi. Tersangka tak lain sahabat korban bernama Muktar.
Mengapa Muktar tega menghabisi teman sendiri?
"Korban dibunuh hanya lantaran tersangka tidak boleh ikut tidur di tempat korban sehingga tersangka melakukan pembunuhan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, Senin (8/8/2016).
Kasus pembunuhan terjadi pada Sabtu (6/8/2016). Sukamto tewas secara mengenaskan, dia menderita luka di bagian kepala dan perut akibat hantaman benda tumpul dan tusukan senjata tajam.
Muktar berhasil ditangkap di tempat kos anaknya, di Kelurahan Tegal Rotan, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (8/8/2016) dini hari.
Awi mengatakan polisi sampai pada nama Muktar setelah mendapatkan alat bukti serta keterangan para saksi.
"Sudah dilakukan interogasi konfrontir dan cek alibi terdekat dan menelusuri hasil keterangan para saksi dan mengarah pada tersangka," ujar Awi.
Ketika itu, sebelum kabur, Awi mengambil uang milik korban sebesar Rp400 ribu dan sebungkus rokok.
"Itu uang buat membayar utang di warteg dan sisanya dipergunakan untuk makan sehari-hari," kata Awi.
Pisau warung bakso
Polisi telah mengamankan barang bukti barang bukti pisau yang dipakai untuk menusuk perut korban. Pisau itu, ternyata diambil dari warung bakso.
"Pisau itu dipakai menusuk korban diambil dari warung bakso, setelah itu, dibuang di tempat sampah," ujar Awi.
"Batu konblok yang dipergunakan memukul kepala diambil dari TKP semua Barang bukti telah disita," Awi menambahkan.
Berita Terkait
-
Bukan Orang Jauh, Dalang Pembunuhan Sadis Bocah SD di Sragen Diduga Ayah Tiri
-
Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Selebgram Woodyrman Jadi Tersangka usai Aniaya WNA hingga Tewas di Blok M
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki