Suara.com - Kala Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjatuhkan sanksi kepada Kuwait berupa larangan tampil di event Olimpiade, maka seketika itu pula perasaan Fehaid Al-Deehani hancur lebur. Pen
Betapa tidak, dengan sanksi tersebut, maka impiannya tampil di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro pun jadi kandas. Namun, takdir rupanya berkata lain.
Bersama ketujuh atlet lainnya, Al-Deehani mendapat tiket tampil di pesta olahraga sejagat empat tahunan itu untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Jadilah, semangatnya untuk jadi yang terbaik di Olimpiade kembali muncul.
Namun begitu, lelaki berusia 49 tahun ini datang ke Rio de Janeiro bukan membawa bendera Kuwait, melainkan sebagai atlet independen di bawah bendera IOC.
Meski tak bisa membawa nama negaranya, Al-Deehani mencoba menjalani kondisi ini dengan ikhlas dan penuh semangat. Dan hasilnya pun dia mendapat medali emas.
Medali itu didapatnya dari cabang menembak nomor double trap putra, Rabu (10/8/2016) waktu setempat atau Kamis WIB. Dia pun jadi atlet independen pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangi emas.
Uniknya, saat bersama Kuwait, prestasi terbaik lelaki yang juga anggota militer ini hanyalah meraih medali perunggu, yakni di Olimpiade 2000 (nomor double trap) dan Olimpiade 2012 (nomor trap).
Meski berkompetisi sebagai atlet independen, tapi Al-Deehani tetap mempertahankan kebanggaannya sebagai warga Kuwait. Terbukti, dia menolak saat diminta IOC membawa bendera Olimpiade pada upacara pembukaan Olimpiade, Jumat lalu.
"Saya seorang militer dan saya hanya akan membawa bendera Kuwait," tegas Al-Deehani. "Saya tidak bisa membawa bendera IOC."
IOC menjatuhkan sanksi larangan bertanding bagi Kuwait di seluruh ajang resmi IOC pada Oktober tahun lalu menyusul interventi pemerintah Kuwait terhadap Komite Olimpiade Nasional (NOC) Kuwait.
Intervensi itu berupa peraturan perundangan olahraga yang mengancam otonomi NOC Kuwait. IOC sempat membahas masalah ini dengan pemerintah Kuwait, namun hasil pertemuannya berakhir buntu. (CBS Sport)
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi