Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengalihkan arus kendaraan di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta Pusat saat Upacara Pengibaran Bendara Merah Putih pada Rabu (17/8/2016) mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB.
"Pengalihan arus agar Upacara Kemerdekaan RI berjalan khidmat," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Jakarta Rabu (17/8/2016).
Kombes Awi menuturkan selain kendaraan tamu Upacara Kemerdekan RI maka yang lainnya tidak diperbolehkan melintasi ruas jalan di sekitar Istana Kepresidenan selama pengibaran bendera.
Awi juga menyebutkan bus Transjakarta dihentikan operasinya mulai pukul 09.30 WIB hingga 10.30 WIB.
Pengalihan arus lalu lintas juga diberlakukan untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum saat Upacara Penurunan Bendera mulai pukul 15.00 WIB-18.00 WIB.
Polisi menutup jalur Transjakarta mulai pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB selama Upacara Penurunan Bendera Merah Putih.
Petugas mengimbau para pengendara untuk menghindari jalur tersebut sesuai jam penutupan guna menghindari kemacetan lalu lintas.
Petugas akan menutup jalan di sekitar Istana Kepresidenan yakni Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Veteran Raya, Jalan Veteran 1, 2 dan 3, Jalan Majapahit dari arah Jalan Harmoni, area Silang Monas, Jalan Museum, serta Jalan Budi Kemuliaan dari ara Jalan Abdul Muis.
Pengalihan arus di Bundaran Air Mancur belok kiri menuju Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Jalan Harmoni.
Bundaran Air Mancur belok kanan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Medan Merdeka Timur, selanjutnya kendaraan dari Jalan Merdeka Selatan-Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Jalan Majaphit-Jalan Harmoni.
Kendaraan di lampu merah Budi Kemuliaan-Jembatan belok kiri arah Jalan Kebon Sirih-Jalan MH Thamrin.
Sekitar pertigaan Pertamina Pejambon arah Jalan Merdeka Utara-Jalan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Lapangan Banteng-Pejambon-Jalan Merdeka Timur-Tugu Tani-Jalan Ridwan Rais-Jalan Merdeka Selatan-Bundara Air Mancur.
Perempatan lampu merah Harmoni arah Jalan Majapahit-Jalan Ir H Juanda-Pintu Air-Jalan Pos-Jalan Lapanga Banteng-Jalan Pejambon-Jalan Merdeka Timur-Tugu Tani-Jalan Merdeka Timur-Jalan Merdeka Selatan.
Kendaraan dari Stasiun Kota menuju Jalan Harmoni belok kiri ke lampur merah Olimo-Jalan Mangga Besar-Jalan Gunung Sahari-Jalan Wiryo Pranoto-Jalan Pecenongan-Jalan Samanhudi-Jalan Gunung Sahari.
Kemudian kendaraan dari Stasiun Kota menuju Jalan Harmoni diarahkan ke kanan Jalan Zainul Arifin. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian