Suara.com - Mantan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia Ilyas Karim merasa tidak diperhatikan lagi oleh pemerintahan Presiden Joko WIdodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia membandingkan zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setiap tahun diundang ke Istana.
"Saya nggak pernah diajak ke Istana (sekarang), dulu saja masanya SBY saya tiap tahun diundang ke Istana, sekarang nggak ada," kata Ilyas saat ditemui di lahan bekas rumahnya yang digusur, Rajawati, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016).
Ilyas menilai pejabat pemerintah zaman sekarang sudah tidak mau tahu jasa para pahlawan, seperti dirinya. Menurut dia mereka hanya mau tahu enaknya saja.
"Pejabatnya ini yang salah, bukan pemerintahannya. Pejabatnya yang nggak benar, main gusur-gusur saja. Dia nggak mikir sama pejuang, karena negara ini merdeka dia nggak ikut berjuang," ujar Ilyas.
"Dia tahu dapat bersih dari hasil perjuangan kami. Kalau dia tahu susah payah kami dan para pejuang yang lain, tidak bakal dia gusur kami," Ilyas menambahkan.
Terlepas dari keraguan banyak pihak bahwa Ilyas merupakan salah satu pengibar bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945, Ilyas menegaskan bahwa dirinyalah salah satu pejuang yang turut mengibarkan bendera kala itu.
Lelaki bercelana pendek dan menarik tali bendera yang ada di dalam foto bersejarah itu, kata Ilyas, adalah dirinya.
Selain itu, Ilyas juga mengaku sebagai salah satu pendiri satuan TNI Siliwangi di Bandung bersama Jenderal A. H. Nasution.
Berita Terkait
-
Ricuh! Penggusuran Pasar Barito Berujung Blokade Jalan: Pedagang Melawan!
-
Biaya Sewa Kios Pasar Pramuka Naik 4 Kali Lipat, Pramono Anung Janji Tak Ada Penggusuran!
-
Pedagang Pasar Barito Demo Tolak Relokasi, Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Ditunda
-
Warga Tesso Nilo Resah Terancam 'Diusir', Muncul Wacana Relokasi ke Pulau Mendol
-
Cuma Pakai Celana Dalam, Heboh Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung usai Jakarta Kebanjiran: Dibunuh?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam