Suara.com - Pizza Hut Indonesia membuka diri kepada pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyusul pemberitaan dugaan penggunaan bahan baku kedaluwarsa untuk membuat Pizza Hut.
"Kami terbuka untuk masalah ini, jadi kami terbuka kepada pihak-pihak yang berwenang, kami terbuka kepada mereka untuk melakukan investigasi," ujar Presiden Direktur PT. Pizza Hut Indonesia Stephen Mc Carthy usai mengajak wartawan melakukan kunjungan ke dapur restoran Pizza Hut di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Namun sejauh ini, kata Stephen, kepolisian belum melakukan investigasi ke Pizza Hut.
"Polisi sejauh ini tidak melakukan investigasi," kata dia.
Ketika ditanya apakah Badan Pengawas Obat Makanan telah melakukan pengecekan terhadap bahan pembuatan Pizza Hut, Stephen mengatakan belum mengetahuinya.
"Saya tidak tahu soal itu. Sepertinya tidak (melakukan pengecekan)," kata Stephen.
Stephen menegaskan perusahaannya tidak mungkin menggunakan bahan baku makanan uang sudah habis masa pakainya.
"Pizza Hut Indonesia tidak menggunakan bahan expired, kami menggunakan bahan higienis dan segar," katanya.
Stephen menyebut informasi yang disampaikan media massa yang mengangkat isu kedaluwarsa, tidak benar.
"Itu pemberitaannya yang di majalah itu nggak benar, pemberitaan itu salah," imbuhnya.
Stephen mengatakan penyimpanan bahan baku Pizza Hut menggunakan sistem make ready discard. Sistem MRD yakni pelabelan untuk setiap produk makanan yang dipakai untuk seluruh restoran dan outlet Pizza Hut, Pizza Hut Delivery, dan The Kitchen by Pizza Hut.
"Setiap produk makanan distempel label yang terbuat dari bahan acrylic sehingga aman untuk produk makanan yang mencantumkan tanggal produk makanan tersebut diterima outlet (make), sebaiknya digunakan (ready) dan tanggal produk harus sudah dibuang (discard)," kata dia.
Isu Pizza Hut dan Marugame Udon diduga memakai bahan kadaluwarsa muncul setelah digulirkan oleh Majalah Tempo dan BBC Indonesia melalui investigasi mereka.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri mendalami kasus dugaan penggunaan bahan kadaluwarsa dalam produk makanan siap saji Marugame Udon. Namun, untuk kasus dugaan penggunaan bahan baku kadaluwarsa dalam produk Pizza Hut belum mulai diselidiki.
"Yang kami tangani adalah MU (Marugame Udon), untuk Pizza Hut tidak kami tangani. Jadi diawali bulan April lalu berdasarkan informasi kami melakukan penyelidikan, dan kami temui memang ada di sana barang yang diduga kadaluwarsa. Lalu kami lakukan penyitaan barang, sampai saaat ini barang-barang itu sudah kami sita," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Brigjen Purwadi Arianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Selain telah menyita barang-barang yang diduga bahan baku masakan kadaluwarsa, Bareskrim juga telah memeriksa 15 saksi.
"Ada 15 orang saksi yang kami mintai keterangan, namun demikian proses untuk selanjutnya, kini dalam proses penyidikan untuk tersangkanya," ujar dia.
Tim penyidik Bareskrim juga telah membawa barang bukti ke lembaga audit SGS untuk dilakukan uji labaratorium guna mengetahui apakah bahan baku masakan siap saji berbahaya atau tidak. Namun SGS tidak sanggup memberikan penjelasan mengenai efek dari bahan masakan tersebut. Selanjutnya, tim akan membawa alat bukti ke laboratorium BPOM.
"Dari SGS sendiri menjelaskan bahwa dia tidak bisa memprediksi apakah barang ini berbahaya atau tidak. Kami akan periksakan lagi ke BPOM, dan laboratorium IPB, apakah barang tersebut kadarnya berbahaya. Tapi sampai saat ini kami kedepankan asas praduga tak bersalah," tutur dia.
Berita Terkait
-
KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun
-
13 Promo Makanan Spesial Hari Natal 2025, Banyak Diskon dan Paket Hemat
-
Slices of Joy, Kolaborasi Kuliner Paling Colorful Awal Tahun Ini
-
Bisnis Pizza Hut di Ujung Tanduk, Pemilik 'Pusing' Berat Sampai Berniat Melego Saham!
-
Akhir Bulan Gak Nangis! Pizza Hut Bagi-Bagi Promo Tebus Murah: Pasta, Pizza, Dessert, Mulai 25rb
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel