Suara.com - Ratusan orang mengatasnamakan forum RT dan RW seluruh Jakarta telah tiba di depan Gedung Balai Kota, Jakarta pusat, Jumat (16/9/2016). Para demonstran melakukan dengan long march dari Patung Kuda sampai depan Balai Kota Jakarta dan langsung menyampaikan aspirasinya tepat di depan kantor Ahok tersebut.
"Kami ini sudah bekerja sosial untuk warga tapi dia justru menuding kita yang tidak-tidak. Kita pengurus RT dan RW juga kan bukan pengangguran kita punya pekerjaan," kata salah satu orator didepan Balai kota, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2016).
Berikut sepuluh poin sikap pernyataan forum RT dan RW seluruh DKI Jakarta.
1. Forum RT dan RW DKI Jakarta Protes keras atas sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang selalu menuding para pengurus RT dan RW, hanya mengambil jatah uang sampah dan keamanan tak mau kerja. Karena tuduhan ini sangat tidak mendasar dan hanta bersifat tudingan yang mengarah pada perbuatan fitnah serta mendeskreditkan peran dari pengurus Rt dan RW yang selama ini bekerja sosial tanpa berharap lebih banyak dari hasil dan pemanfaatan APBD DKI Jakarta selain untuk kesejahteraan warga DKI Jakarta.
2. Bahwa Forum RT dan RW DKI Jakarta didirikan atas kesadaran berkonstisusi membangun organisasi, menyuarakan pendapat membuat musyawarah mufakat demi perjuangkan hak hak warga Jakarta.
3. Menolak secara tegas pola kepemimpinan Ahok yang selalu bersikap arogan dan membuat kebijakan yang bertentangan dengan undang undang dan nilai nilai pancasila serta selalu bekerja dengan mengedepankan keindividualismean bukan kebersamaan.
4. Forum RT dan RW dibentuk bukan dan dideklarasikan sebagai sarana unyuk memperjuangkan hak dan kewajiban warga DKI Jakarta.
5. RT RW DKI Jakarta menolak pemberlakuan Pergub nomor 168/ 2014 nomor 1/2016 aturan mengenai fungsi dan peran RT RW karena Pergub tersebut. Sejarahnya dikeluarkan saat jabatan PLT Gubernur DKI Jakarta dan amanah dari Permendagri Nomor 5 tahun 2007 lembaga rtrw harus dibuatkan Perda tanggungjawab Pemprov dan DPRD DKI Jakarta.
6. Tolak dan cabut SK Gubernur nomor 903 tentang pemberian dana operasional untuk RT RW yang harus memberikan laporan qlue tiga hari sekali karena tidak sesuai dengan nomenklatur penggunaan dana APBD DKI yang telah ketok palu untuk periode tahun 2015-2016 dan atau terbitnya atau keluarnya SK Gubernur itu sendiri bertentangan dengan nilai Pancasila dan undang-undang yang berlaku.
7. Mengimbau lembaga DPRD DKI Jakarta untuk bersikap kritis dan progresif atas persoalan-persoalan yang ada di provinsi DKI Jakarta atas nama perwakilan warga dan bukan hanya untuk kepentingan nama partai baik untuk mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan warga DKI secara berkeadilan maupun mengenai keharmonisan dan keprofesionalan kinerja birokrasi pemerintahan DKI Jakarta.
8. Membawa kepada parlemen daerah atau DPD RI khususnya perwakilan daerah DKI Jakarta untuk bersikap kritis dan progresif atas persoalan yang ada di Pemprov DKI baik mengenai kepentingan dan kesejahteraan warga DKI secara berkeadilan maupun mengenai keharmonisan dan keprofesionalan kinerja birokrasi pemerintah DKI Jakarta.
9. RT RW akan menjadi dinamisator dan stabilisator dalam memperjuangkan kebutuhan-kebutuhan warga DKI Jakarta dengan pihak pemerintahan di Kelurahan dan antara pengurus RT dengan pihak pemerintah di Kelurahan serta menjadi bagian yang Sinergi dalam mengisi ruang-ruang pembangunan yang ada di DKI.
10. Forum RT RW mengharapkan sekaligus mengawal Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 berjalan secara fair, jujur, adil dan transparan sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan hati nurani keadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran