Suara.com - Isu SARA muncul di tengah acara tabligh akbar yang diselenggarakan sejumlah ormas Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016). Dalam ceramah, Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menyerukan kepada warga Ibu Kota untuk memilih calon gubernur muslim.
"Pilihlah pemimpin muslim yang baik dan tidak korupsi," kata Rizieq.
Menurut Rizieq Jakarta tidak kekurangan tokoh muslim untuk diusung ke pilkada Jakarta periode 2017-2022.
"Kita masih banyak stock pemimpin muslim yang baik, ada Pak Yusril di sini, ada Sandiaga Uno pengusaha muda yang sukses, ada Pak Sjafrie Sjamsoeddin yang purnawirawan TNI dan lainnya," ujar dia.
Rizieq tidak sependapat dengan pemikiran lebih baik memilih calon kepala daerah, asalkan jujur dan bersih ketimbang pemimpin muslim yang korupsi. Menurutnya perbandingan seperti itu tidak tepat.
"Ada pemimpin kafir yang jujur, dibandingkan dengan pemimpin muslim yang korup sebagai sebuah pilihan, ini sama saja membandingkan durian dengan kotoran (Rizieq sebut nama kotoran), goblok. Harusnya kalau membandingkan pemimpin itu sesama yang jujur. Misalkan pemimpin muslim yang jujur dengan pemimpin kafir, mana yang kita pilih?" kata Rizieq.
Mendengar pernyataan tersebut, sebagian besar anggota ormas yang menghadiri acara tablig mendukung pernyataan Rizieq.
Isu SARA
Sebelumnya, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU Rumadi mengatakan persoalan pilkada Jakarta tahun 2017 yang paling berat adalah munculnya isu SARA.
"Pilkada Jakarta ini ujian terberat terkait dengan SARA ini. Kalau Jakarta ini bisa lolos, melalui (tanpa ada isu SARA), saya optimis ke depan Indonesia jadi lebih baik. Kalau Jakarta gagal, mungkin ada eskalasi bisa lebih buruk," kata Rumadi dalam diskusi bertajuk Tolak SARA dalam Pilkada di Kedai Kopi Deli, nomor 7, Jalan Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).
Rumadi mengingatkan isu SARA yang juga dimainkan di pilkada Jakarta tahun 2012. Ketika itu, Joko Widodo berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Tapi waktu itu, Ahok ini masih wakil, di atas masih ada Jokowi untuk atasi itu. Tapi sekarang situasinya berbeda. Ahok jadi nomor satu (gubernur), dengan dua persoalan baik dari sisi etnis dan agama. Sekarang ini eskalasi untuk menyerang tokoh dengan isu SARA, itu sudah dimulai jauh sebelum dia (Ahok) menjadi calon," ujar Rumadi.
Rumadi mengimbau masyarakat jika tak menyukai Ahok lebih baik jangan memilihnya. Rumadi mengatakan masyarakat jangan menjadikan isu agama menjadi alasan menolak Ahok. Rusmadi juga mengatakan lebih baik lawan politik Ahok mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dibuat Ahok selama ini.
"Harapan saya, kalau orang tidak mau pilih Ahok, jangan jadikan keyakinan agama sebagai alasan. Persoalkan saja kebijakan yang dia buat. Jangan jadikan soal kecinaan dia. Karena kita tidak bisa pilih dilahirkan dari etnis mana. Sama saja kita persoalkan takdir tuhan," kata Rumadi.
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan