Suara.com - Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Fajar Siddiq melaporkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Polri terkait ucapan yang mengutip ayat Al Quran. Namun, laporan adik kandung almarhum Ustadz Jefri Al Buchori (Uje) tersebut tidak diterima.
"Kemarin (Kamis 6/10/2016) saya melaporkan Ahok, ternyata setelah sampai di sana dengan segala alasan saya dibilang tidak bawa bukti atau fatwa MUI," ujar Fajar dalam audiensi bersama Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2016).
Fajar menambahkan laporannya mengatasnamakan pribadi, bukan mengatasnamakan lembaga DPRD.
"Padahal, saya sampai menunjukkan flash disk yang isinya video dari copy kominfo DKI, ini resmi rekaman DKI, bukan copy dari tempat lain ada yang 45 menitan, kemudian kita potong 30 detik obrolan dia. Sampai alamat email website DKI saya berikan juga. Menurut saya pribadi ini sudah cukup, kenapa saya ditolak?" kata dia.
"Saya bilang sama tim pelayanannya (Bareskrim). Oke, saya akan sampaikan ke guru dan ulama, bahwa saya ke sini saya nggak diterima (laporannya). Saya bilang jangan salahkan saya kalau terjadi sesuatu, dia bilang oke Pak, selanjutnya saya salaman dan pergi," Fajar menambahkan.
Pernyataan Ahok yang dianggap telah menistakan agama yakni ketika Ahok mengunjungi Kepulauan Seribu.
Pernyataan tersebut memantik berbagai kelompok masyarakat. Dan mereka ramai-ramai memperkarakan Ahok. Bahkan, ada yang melapor ke Bawaslu dan Polda Metro Jaya.
Namun, tak sedikit pula tokoh Islam yang membela Ahok. Di antaranya, mantan Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid. Nusron menyatakan Ahok tidak melakukan penistaan agama.
Nusron sudah melihat secara tuntas rekaman video selama kegiatan Ahok di Kepulauan Seribu yang berdurasi satu jam.
Dari rekaman utuh satu jam itu, tidak ada satu pun rangkaian kalimat di mana Ahok melakukan penistaan agama.
Menurut salah satu Ketua PBNU ini, yang ada justru calon petahana itu memberikan edukasi kepada rakyat agar memilih secara cerdas.
Ahok mengedukasi warga agar jangan mau dibohongi oleh orang yang mempolitisasi agama dalam hal ini dengan menggunakan ayat Al Quran surat Al Maidah.
"Jadi, yang dituju atau dimaksud Ahok adalah orang yang membohongi. Bukan berarti ayat Al Maidah yang bohong. Justru Ahok menempatkan ayat suci secara sakral. Bukan alat agitasi, dan kampanye yang mendeskreditkan," kata Nusron.
Nusron berpendapat video yang disebarkan dan menuduh Ahok telah menistakan Al Quran sengaja dipotong sehingga menimbulkan mispersepsi dan interpretasi yang bias dan dikembangkan di masyarakat.
"Cara-cara seperti ini sungguh picik, tidak fair, dan tidak beradab. Cara-cara ini sangat tidak sesuai akhlakul karimah," tegas mantan Ketua Umum PB PMII ini.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan