Suara.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Setya Novanto mengutamakan konsolidasi dan rekonsiliasi untuk menyatukan partai ini setelah sebelumnya sempat terbelah karena dualisme kepemimpinan.
"Partai Golkar waktu itu terbelah antara Pak Agung Laksono dan Pak Aburizal Bakrie, kemudian sejak menyatu maka yang saya utamakan yaitu konsolidasi dan rekonsiliasi," katanya saat pengarahan pada Musda Partai Golkar Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (8/10/2016)
Menurut dia, penyelesaian perbedaan tidak hanya dilakukan di tingkat DPP, namun juga di DPD (Dewan Pimpinan Daerah) tingkat satu maupun tingkat dua.
"Dan yang paling terpenting adalah di kecamatan dan kelurahan serta desa-desa," kata Ketua Fraksi Golkar DPR RI ini.
Setya Novanto mengatakan sebelum terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar, mantan Ketua DPR RI ini saat mengusulkan hingga menjadi Ketua Umum tidak berani berkunjung ke Yogyakarta, karena khawatir tidak terpilih akibat dinamika politik waktu itu.
Namun demikian, setelah terpilih dan selesai melakukan rekonsiliasi maka semua kader partai berlambang pohon beringin baik yang sebelumnya berada pada kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie adalah keluarga besar Partai Golkar.
"Tidak boleh ada lagi perbedaan kubu sana dan kubu sini, jadi dengan rekonsiliasi ini juga saya mohon khusus di kecamatan, kelurahan mari kita bersatu kembali, " ujarnya.
Setya mengatakan dalam rekonsiliasi tersebut dia sudah berkeliling ke sebanyak 29 provinsi di Indonesia dalam seratus hari, sedangkan kehadiran ke Yogyakarta (DIY) termasuk untuk membuka Musda Partai Golkar Bantul ini merupakan provinsi ke-30.
"Saya ke mana saja diundang selalu hadir, apakah di provinsi dan kabupaten/kota. Untuk acara Musda saya biasakan tidak perlu di hotel, namun bisa di tengah-tengah rakyat, karena Golkar suara rakyat, maka saatnya kembali ke rakyat," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
-
PDIP Sebut 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Kalkulasinya
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!
-
Wamensos Agus Jabo Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga