Suara.com - Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jawa Barat, pendidikan lanjutan jenjang atas didominasi oleh sekolah menengah kejuruan atau SMK sebanyak 92 unit, jumlah tersebut lebih banyak dibanding SMA yang berjumlah 49 unit.
"Dilihat dari proposional SMK negeri dan swasta, dari 92 SMK, yang negeri ada empat, sisanya 88 SMK swasta," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, di Bogor, seperti diberitakan Antara, Senin (31/10/2016).
Menurut Fahrudin, banyaknya jumlah SMK di Kota Bogor membuka peluang lahirnya lulusan yang siap kerja. Sebagai kota jasa, membutuhkan angkatan kerja yang siap kerja dengan keterampilan yang memadai.
Selain itu, kehadiran SMK menjadi pelengkap daya tampung sekolah jenjang menengah atas, sehingga dapat menampung seluruh lulusan SMP di kota tersebut.
"Pertumbuhan SMK sangat cepat, jadi kita tidak perlu khawatir anak-anak bisa tertampung," katanya.
Sekolah kejuruan di Kota Bogor mengajarkan berbagai keterampilan mulai dari kimia analisi,komunikasi, teknik industri, komputerisasi, perkantoran, hingga perhotelan, dan keterampilan memasak.
Terkait jumlah sekolah di Kota Bogor, Fahrudin menyebutkan, terdapat 229 sekolah dasar (SD), setelah dimerger menjadi 215 unit. Merger dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan SD.
"Dari 215 SD, terdapat 52 SD swasta, sisanya 163 adalah SD negeri," katanya.
Menurutnya, jumlah SD tersebut mampu menampung seluruh anak usia sekolah dasar di Kota Bogor yang setiap tahunnya mencapai 25 ribu anak. Baik yang berasal dari Bogor maupun luar daerah.
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan menengah pertama atau SMP, terdapat 113 SMP di Kota Bogor. Terdiri atas 20 SMP negeri, dan sisanya milik swasta. Sedangkan SMA ada 49 unit, terdiri atas 10 SMA negeri dan sisanya sekolah swasta.
"Di Kota Bogor juga ada SMP terbuka, terletak di SMP 16 dan SMP 17. SMP terbuka mengakomodir anak-anak yang tidak bisa sekolah ke sekolah Induk, mereka dapat mengikuti sekolah terbuka, dan ketika ujian nasional dapat menginduk ke sekolah terdekat, ijazah yang diterima sama dengan sekolah reguler," katanya.
Untuk mengakomodir pendidikan warga, Kota Bogor juga memiliki Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) mulai dari paket A, B dan C. Warga yang tidak bisa mengakses pendidikan di sekolah reguler, dapat menempuh pendidikan di PKBM yang ada di sejumlah kecamatan.
"Minat masyarakat Kota Bogor untuk belajar perlu diapresiasi, ada seorang nenek usianya 60 tahun tidak malu mengikuti PKBM, alasannya untuk menjauhkan diri jadi pikun. Terbukti belajar bisa menghindari kita dari kepikunan," kata Fahrudin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif
-
BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset