Suara.com - Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, menyesalkan pernyataan petinggi kepolisian yang menyebutkan Buni Yani berpotensi menjadi tersangka. Dosen London School of Public Relations itu merupakan pengunggah potongan video berisi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kemudian memancing pro dan kontra. Menurut Aldwin sikap tersebut mengindikasikan polisi tidak obyektif menangani kasus.
"Menyatakan Buni Yani berpotensi menjadi tersangka sudah offside, ke luar dari konteks, dan mengesankan Polri tidak obyektif," kata Aldwin di Wisma Kodel, Jalan Rasuna Sid, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).
Menurut Aldwin pernyataan kepolisian justru blunder.
"Polisi fokus dulu mengusut kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Bukan malah mengeluarkan pernyataan blunder dan tidak obyektif soal Buni Yani berpotensi menjadi tersangka," katanya.
Menurut Aldwin pernyataan polisi tersebut merupakan indikasi adanya intervensi terhadap proses penyidikan. Pernyataan tersebut, menurut dia, untuk menekan penyidik.
"Ini sudah intervensi proses penyidikan, dia kan bukan penyidik. Dia dengan bintang dua di pundaknya, tentu akan memberikan tekanan kepada penyidik yang masih Bripda," kata Aldwin.
Sementara itu di Bareskrim Poldi, saat ini Ahok tengah diperiksa.
Sebelumnya, polisi telah meminta keterangan 22 saksi dan saksi ahli terkait kasus dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada Ahok.
Buni Yani rencananya akan segera diperiksa di Polda Metro Jaya sebelum gelar perkara kasus Ahok.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Dadang: Ahmad Dhani Harus Ditindak, Biar Demokrasi Tak Kampungan
Ahok Diserang, Ruhut: Makin Kencang, Makin Bagus
Ruhut Ingatkan Jangan Mimpi Gulingkan Jokowi seperti Gus Dur
Apakah Buni Yani Segera Jadi TSK? Ini Jawaban Bareskrim Polri
Jika Gelar Perkara Kasus Ahok Dibuka, Ini yang Paling Ditakutkan
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi