Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin mengaku mendapatkan informasi mengenai Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Lintas Generasi. Menurut informasi yang dia dapat, forum ini bukan organisasi resmi yang diwadahi HMI.
"Disayangkan, laporan yang mengatasnamakan alumni HMI sudah menyebarkan berita di media massa. Ada beberapa poin yang ingin kita klarifikasi pemberitaan di berbagai media, jelas pernyataan JK (Jusuf Kalla) dan HMI, bahwa yang namanya organisasi silaturahmi lintas alumni ini tidak ada. Artinya, dia hanya ngaku-ngaku saja," kata Didi di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).
Itu sebabnya, Didi menyebut forum tersebut organisasi yang tidak jelas.
"Ini masalah saya kira. Karena kalau mengatasnamakan struktur HMI, tentu ada di dalam struktur kepengurusan HMI yang ada. Jadi jelas ini organisasi tidak jelas," kata Didi.
Tadinya, Didi bersama para kader Partai Demokrat akan melaporkan balik forum tersebut. Mereka akan dilaporkan karena dianggap menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memprovokasi massa menjelang demonstrasi 4 November. Namun ditunda karena ternyata laporan forum tersebut juga tak diterima polisi karena legal standingnya tidak ada.
"Ngaku-ngaku dan tidak mempunyai kapasitas hukum sama sekali untuk melaporkan. Kami berharap polisi benar benar teliti. Manakala laporan mereka ini kurang didukung bukti dan fakta secara formal menunjukkan mereka struktur HMI, tak layak," kata dia.
Didi mengatakan sudah mempersiapkan bahan laporan terkait dugaan pencemaraan nama baik terhadap Yudhoyono.
"Bukan dibatalkan, tapi pending. Karena pihak kepolisian memberikan balasan tidak ada laporan," kata Didi.
Berita Terkait
-
HMI Geruduk NasDem Tower: Tuntut Pecat Ahmad Sahroni, Ancam Bubarkan Partai!
-
Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?
-
AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti
-
Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!
-
Meski Anies Nyapres, HMI Nyatakan Tak Mau Dukung Siapapun di Pemilu 2024
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!