Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri makan siang di Istana Merdeka, Jakarta [Biro Pers]
Presiden Joko Widodo terus menerus konsolidasi politik. Kepala Negara aktif bertemu para ketua umum partai, baik pendukung pemerintah maupun di luar pemerintah, pasca gerakan 4 November dan menjelang gerakan 2 Desember.
Pekan lalu, Presiden telah bertemu Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, disusul kemudian Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Awal pekan kemarin, Presiden bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ketika itu, Megawati membawakan Jokowi beberapa menu makanan.
Pekan lalu, Presiden telah bertemu Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, disusul kemudian Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Awal pekan kemarin, Presiden bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ketika itu, Megawati membawakan Jokowi beberapa menu makanan.
Hari ini, Kepala Negara sarapan bersama Ketua Umum Partai Nasional Demokrat di Istana Merdeka. Siang ini, Jokowi kembali mengundang Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy untuk makan siang dan berdialog di Istana Merdeka.
Romahurmuziy tadi tiba di Istana Merdeka seorang diri sekitar pukul 13.15 WIB. Dia mengenakan kemeja batik coklat terlihat menenteng map warna hijau berlogo PPP. Dia disambut Jokowi dan langsung diajak Jokowi masuk ke ruang makan.
Di atas meja makan yang berbentuk bundar telah tersaji berbagai macam menu, di antaranya sayur dan buah-buahan.
Sampai berita ini diturunkan, Jokowi dan Romahurmiziy masih menyantap makanan.
Pertemuan kali ini disinyalir untuk membicarakan mengenai situasi politik nasional akhir-akhir ini. Di berbagai kesempatan, Jokowi menegaskan pentingnya menjaga kemajemukan dan menguatkan Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Komentar
Berita Terkait
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
-
Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
-
Jokowi Turun Gunung, Bakal Pidato Perdana Sebagai Ketua Dewan Penasehat di Rakernas PSI
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Siap-siap! Kemenhan Siapkan 4.000 ASN dari 49 Instansi Kementerian-Lembaga Ikuti Komcad Mulai April
-
Jelang Lebaran, Menpan RB Ingatkan ASN Jaga Integritas dan Tolak Bingkisan Gratifikasi
-
Mensos Gus Ipul Serahkan Santunan Duka pada 23 Prajurit TNI AL Korban Longsor Cisarua
-
Tak Ada Rencana Reshuffle Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Lagi Fokus Lakukan Ini
-
DPR Setujui Hibah Kapal Patroli Jepang Senilai 1,9 Miliar Yen, Apakah Ini Menguntungkan?
-
Menaker Yassierli: Perusahaan Wajib Bayar Upah Penuh Karyawan Selama WFA Lebaran 2026
-
Jaksa Ungkap Kemahalan Harga dalam Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek
-
Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi
-
TP PKK Pusat Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen
-
Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu