Suara.com - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah merampungkan pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Hampir sembilan jam, penyidik Bareskrim Polri memeriksa Ahok.
"Sudah dilakukan pemeriksaan sekitar 8 jam ya, semuanya 9 jam, 1 jam istirahat. Dalam hal ini, Pak Ahok diperiksa sebagai tersangka. Nah, ini adalah pemeriksaannya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).
Dalam hampir sembilan jam diperiksa, Ahok dicecar 27 pertanyaan penyidik. Menurut Martinus, lamanya pemeriksaan yang dijalani Ahok, karena penyidik banyak memberikan pertanyaan tambahan. Namun, dia enggan membeberkan substansi pertanyaan yang disampaikan penyidik kepada Ahok.
"Pemeriksaan ini kan disiapkan 20 pertanyaan tetapi kemudian berkembang sampai 27 ini suatu hal yang biasa di dalam satu proses pemeriksaan. Terkait apakah perlu penambahan lagi saya kira nanti akan menjadi bagian evaluasi penyidik," katanya.
Martinus hanya menyampaikan, jika lamanya pemeriksaan karena penyidik ingin mencocokan belasan alat bukti yang telah disita.
"Ini bisa dikatakan pemeriksaan cukup lama karena memang penyidik memberikan pertanyaan-pertanyaan kemudian dilengkapi dengan alat bukti yang ada. Alat buktinya ada sekitar 15 lebih yang disita penyidik, kemudian penyidik mencocokkan dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan. Ini yang bikin lama," kata Martinus.
Dia juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan penyidik bisa kembali memanggil Ahok untuk dilakukan pemeriksaan tambahan. Martinus mengatakan, pemanggilan tersebut ditujukan untuk melengkapi keterangan dan alat bukti yang telah diperoleh penyidik.
"Pemeriksaan ini nanti tentu bisa berkembang apakah dibutuhkan keterangan-keterangan tambahan atau tidak sehingga nanti akan dipanggil kalau misalnya masih dirasa kurang. Sehingga kita perlu panggil lagi. Itu adalah bagian dari sebuah proses penyidikan," kata dia.
Baca Juga: Fahri: Bila Ada yang Jatuhkan Pak Jokowi, Saya akan Membela
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!