Isu-isu SARA akhir-akhir ini banyak menguras banyak perhatian dan energi publik. Di media sosial netizen banyak menyebarkan konten negatif yang memantik perang opini dan pernyataan sampai saling lapor dan saling membuat petisi. Bahkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ikut mengkritisi komunikasi di media sosial yang saling menjelekkan, mencela, merendahkan, menghina, dan mengolok-olok. Jokowi secara tegas menentang hal tersebut karena tidak mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.
Berangkat dari melihat media sosial yang kelihatan saling serang terus akhir-akhir ini, simpatisan gerakan #KitaIndonesia, Angelina Larasati mengatakan isu-isu SARA yang beredar di media sosial dapat memicu perpecahan padahal, menurutnya perbedaan tersebut seharusnya menjadi perekat masyarakat yang bersifat heterogen.
“Isu-isu SARA yang beredar di medsos dengan tujuan memancing kontroversi harus diwaspadai dan sikapi secara bijaksana. Kita harus sadar bahwa kita hidup di lingkungan yang heterogen dimana jelas terjadi banyak perbedaan SARA namun itu bukan merupakan alasan untuk membuat masyarakat terpecah belah. Justru seharusnya kita bangga menjadi bagian bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman,” ungka Angelina di Jakarta, Rabu,(30/11/2016).
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi UU ITE tentang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam kebijakan tersebut ditegaskan bahwa masyarakat dilarang membuat atau menyebarkan informasi fitnah, tuduhan, dan SARA yang mengundang kebencian.
“Seperti yang dikatakan pak Jokowi saat ini kita seperti kehilangan nilai-nilai jati diri, karakter, budi pekerti, dan nilai-nilai Islami. Untuk itu pemerintah meluncurkan UU ITE ini agar kita dapat menjaga dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang telah tertanam sejak dulu,” imbuhnya.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan dengan adanya gerakan #KitaIndonesia ini ingin melihat perubahan yang terjadi dari dicetuskannya kebijakan ini. Dimana masyarakat tidak lagi saling menghujat, memaki di media sosial karena perbedaan SARA merupakan esensi kebhinekaan di Indonesia
"Semoga dengan adanya gerakan ini kita bisa sadar bahwa keunggulan Indonesia adalah ada di Sumber Daya Manusianya (SDM). Dengan adanya keberagaman ini menjadi nilai lebih bangsa kita. Ke depannya kita harus terus jaga persatuan, kedaulatan NKRI kita harus terus dikawal karena jika kita pecah maka bangsa lain berebut untuk menguasai kita. Esensi Bhinneka tunggal Ika harus kita terapkan dengan seutuhnya," tutur Angelina dengan semangat.
Angelina mengajak semua pengguna media sosial di Indonesia ikut memasang tagar #KitaIndonesia sebagai mendukung tanda persatuan dan kebhinekaan tunggal ika. Siang ini (1/12), ada tagar #KitaIndonesia menjadi trending topic twitter, salah satu netizen dengan akun @why941 menyatakan persatuan harus selalu ditegakkan di Indonesia
“Sudah saatnya Indonesia bersatu dan kalahkan semua perbedaan #KitaIndonesia,”cuitnya.
Baca Juga: Choel Mallarangeng Ingin Cepat Dapat Kepastian Hukum
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Gegara Kerja Sama Dagang RI-AS, Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Presiden Prabowo ke PTUN
-
Nyepi dan Idulfitri 2026 Berdekatan, Polri Gelar Operasi Ketupat dan Pengamanan Khusus di Bali
-
Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam
-
Polri Targetkan Bhabinkamtibmas Jadi Super Polisi yang Serba Bisa Penolong Masyarakat
-
BPOM: 70 Persen Pangan Ilegal Impor di RI Berasal dari Malaysia, Banyak Masuk Jalur Tikus
-
Akhirnya! Rudal Kiamat Iran Meluncur Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait
-
Harga Minyak Bikin AS Ngos-ngosan, Sanksi Rusia akan Diperingan? Ini 5 Faktanya
-
Sebelum Targetkan Rute Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Pemerintah Prioritaskan Bereskan Satu Hal Ini
-
7 Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Rejang Lebong dan Wakilnya
-
Vladimir Putin Batuk, Amerika Serikat dan Sekutunya Ketar-ketir