Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani berharap, perguruan tinggi dapat menjadi garda terdepan pembangunan revolusi mental.
“Kehidupan kampus merupakan salah satu kehidupan yang mengajarkan pembentukan revolusi mental. Jadikan jaring-jaring pertemanan sebagai ajang untuk pembelajaran pembentukan revolusi mental,” ujarnya, saat memberikan kuliah umum di Auditorium Widya Loka Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, contoh gerakan revolusi mental sebenarnya sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan budaya tertib antre, atau sekadar menerima tamu dengan senyum.
Revolusi mental dianggap perlu, karena saat ini marak praktik ketidakjujuran di segala lini kehidupan, sehingga perekonomian negara tertinggal. Praktik-praktik ini terjadi karena tumbuhnya individualisme, sehingga tercipta krisis identitas bangsa, akibat tumbuhnya ego individu.
Puan mengingatkan agar perguruan tinggi tidak hanya membentuk generasi cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan, yaitu melahirkan generasi berkarakter, memperjuangkan negara untuk menjadi lebih sejahtera, bebas korupsi, dan bebas plagiat.
Ia memilih perguruan tinggi sebagai motor penggerak revolusi mental, karena perguruan tinggi merupakan pembentuk generasi yang berkarakter. Perguruan tinggi dinilai dapat merubah mindset atau pola pikir generasi muda menjadi generasi yang mempunyai daya saing, percaya diri, jujur, berkarakter, suka bergotong-royong atau bekerja sama demi mewujudkan generasi bangsa yang sejahtera.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya
-
DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta