Suara.com - Unggulan pertama Djarum Kudus bertekad menjuarai Grup A Kejuaraan Nasional PBSI 2016. Kans ini terbuka bagi Djarum setelah belum terkalahkan dalam tiga pertandingan.
Djarum akan bersaing dengan Mutiara Cardinal Bandung untuk menjadi juara grup, yang juga sama-sama tak terkalahkan dalam tiga laga.
Penentuan juara grup akan ditentukan kedua tim saat saling berhadapan, Kamis (8/12/2016) malam, di GOR Sritex, Solo, Jawa Tengah.
Sejatinya, kedua tim sama-sama sudah memastikan lolos ke semifinal. Namun, kedua tim pastinya bakal mati-matian menjadi juara grup agar terhindar dari pertemuan dengan unggulan kedua Jaya Raya Jakarta di semifinal yang kemungkinan jadi jawara Grup B.
"Tim Mutiara memang menjadi lawan terberat kami di penyisihan grup A. Kalau dilihat, kekuatan tim Mutiara hampir merata di semua sektor," kata Manajer Tim Djarum Kudus, Fung Permadi, dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (8/12/2016).
"Kami memang diunggulkan di posisi pertama, namun kami tidak mau menganggap enteng siapa pun lawan karena menurut kami semua lawan itu berat. Ini untuk kewaspadaan kami juga."
Sementara itu, Manajer Tim Mutiara Cardinal Bandung, Umar Djaidi, mengaku siap berjuang habis-habisan demi bisa keluar sebagai juara grup.
"Walaupun sama-sama sudah masuk semifinal, tetapi pasti kami mau jadi juara grup. Kami siapkan anak-anak untuk fight dan main nothing to lose saja. Kalau melihat materi pemain, Djarum memang lebih unggul 60-40 dari kami, tetapi segala sesuatu bisa terjadi di lapangan," ujar Umar.
"Kalau di nomor ganda campuran, wakil Djarum memang bukan level kami. Mungkin kami bisa mencuri poin di empat nomor lainnya. Kami berharap bisa ambil dari tunggal putri, ganda putri dan sepertinya ganda putra kami tak terlalu jauh gap nya dengan Djarum. Kami berharap ada kejutan di tunggal putra," Umar menambahkan.
Djarum Kudus tampaknya bakal mengandalkan sektor ganda campuran lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir atau Praveen Jordan/Debby Susanto, Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra, serta Ihsan Maulana Mustofa atau Shesar Hiren Rhustavito di tunggal putra.
Sementara itu, Mutiara Cardinal Bandung punya kekuatan di sektor tunggal putri lewat Gregoria Mariska, serta pasangan Ricky Karanda Suwardi/Hardianto di ganda putra.
Baca Juga: Vinales Ragu Iannone Bisa Sukses di Suzuki, Ini Penjelasannya
Satu nomor yang sekiranya bisa ‘dicuri’ Mutiara dari Djarum adalah dari nomor ganda putri lewat pasangan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini
-
Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK
-
Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz