Kehidupan Nabi Muhammad SAW menjadi teladan yang aktual sepanjang zaman sehingga umat Islam harus mengimplementasikan keteladanan itu dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan ini diungkapkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumari.
"Bentuk keteladanan dari Muhammad akan terus relevan sepanjang zaman," katanya di Magelang, Senin (12/12/2016), terkait dengan makna peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang tahun ini jatuh pada 12 Desember 2016.
Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, katanya, sebagai momentum refleksi dan aktualisasi umat Islam terkait dengan upaya membangun pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mengimplementasikan karakter, perilaku, dan sifat Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.
Nabi Muhammad, ujarnya, banyak mengalami cobaan dan tantangan dalam kehidupannya, akan tetapi Muhammad tetap ikhlas serta konsisten dalam aktivitas dakwah.
Ia mengatakan kelompok masyarakat yang awalnya membenci Muhammad, setelah mengenal lebih dekat berbalik mengagumi dan mencintai, sedangkan mereka yang semula memusuhi Muhammad berbalik menjadi pembela yang militan.
"Hal tersebut karena pada pribadi Muhammad terdapat adanya keikhlasan dan konsistensi, yakni kesatuan antara kata dengan perbuatan," kata Jumari.
Ia mencontohkan tentang keteladanan Muhammad menyangkut nilai keadilan dalam peristiwa renovasi Ka'bah yang hampir selesai.
Ketika itu, katanya, terjadi perdebatan terkait dengan siapa yang berhak memasangkan kembali hajar aswad karena semua merasa paling berkah melakukannya.
Kesepakatan waktu itu, katanya, siapa yang paling awal datang ke Ka'bah keesokan harinya, dia yang berhak memasang hajar aswad.
"Menurut kesepakatan itu, Muhammad yang berhak memasang hajar aswad. Muhammad tidak egois. Dengan arif dan bijaksana, Muhammad menggelar sorbannya, hajar aswad diletakkan di atas sorban, kemudian secara bersama-sama mengangkat sorban tersebut. Perdebatan kemudian berakhir dan semua merasa mendapatkan keadilan," katanya.
Terkait dengan peristiwa itu, katanya, pelajaran yang bisa diambil oleh umat Islam juga menyangkut keteladanan seorang pemimpin.
"Ketika orang memiliki kewenangan menjadi pemimpin, jangan sampai bertindak sewenang-wenang," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir