Suara.com - Ratusan penyandang psikotik atau gangguan jiwa merayakan bebas dari pasung di lingkungan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 milik Dinas Sosial DKI Jakarta, Kamis (22/12/2016).
"Terhitung ini sudah tahun ke-6 para warga binaan yang ada di panti ini telah bebas dari pasung," kata Kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Sarima di Jakarta.
Pasung yang dimaksud sebelumnya berupa kurungan di dalam ruangan dan pihaknya menganggap itu bagian dari pemasungan dalam arti luas.
Ia mengatakan akibat terkurung dalam ruangan, seolah-olah para psikotik tidak memiliki kebebasan dan hanya untuk berkeliaran di sekitar panti.
"Mulai dari situ, kami bebaskan para warga binaan dan pada hari ini kami rayakan hari kebebasan itu. Ini sebagai upaya kita untuk memanusiakan manusia," tutur Sarima.
Tindakan pemasungan dalam arti luas maupun dalam arti sempit seperti mengikat kepala dan tangan merupakan tindakan tidak manusiawi, kata dia dan DKI sudah berupaya menghilangkan kebiasaan buruk itu.
Dinas Sosial berupaya mencegah terjadinya pemasungan di sekitar warga, bahkan di setiap wilayah kota ada Unit Informasi Layanan Sosial sebagai pusat informasi bagi keluarga penderita gangguan jiwa.
Di setiap wilayah DKI diinformasikan agar tidak malu atau menyembunyikan saudara yang mengalami gangguan jiwa dan mereka bisa berkonsultasi di UILS yang tersebar pada lima wilayah Kota DKI Jakarta.
Hal ini melihat cukup tingginya persentase penderita gangguan jiwa di DKI Jakarta, karena faktor tingginya tuntutan hidup dan kondisi sosial ekonomi di DKI menjadikan warga rentan mengalami depresi.
"Di DKI ada tiga ribu lebih penderita gangguan jiwa. Delapan ratus lebih masuk dalam klaster gangguan jiwa berat. Selebihnya masuk dalam klaster sedang dan ringan. Mereka akan terus bertambah jika tidak ada upaya dari kita semua," kata Sarima. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas