Prabowo Subianto, Anies Rasyid Baswedan, M Taufik, dan Sandiaga Salahuddin Uno serta tim relawannya mengunjungi warga di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Namun, mereka datang tidak pada waktu bersamaan.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut datang lebih lambat, dibandingkan dengan rombongan Prabowo dan kawan-kawan. Saat tiba di lokasi, Sandi menyampaikan isi hatinya usai memantau lokasi penggusuran. Dirinya mengatakan sangat sedih, hingga bahkan dirinya tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Saya keempat kalinya ke Kampung Akuarium ini dan jujur saya semakin hari, tidak ada kesedihan yang dapat melukiskan apa yang ibu dan seluruh warga alami," kata Sandi sesaat setelah mendengarkan keluhan warga yang menceritakan sambil menangis.
Menurut pengusaha kaya tersebut, kondisi yang menimpa ribuan warga di Kampung Nelayan tersebut adalah sebuah tragedi kemanusiaan akibat kebijakan pemerintah yang tidak dipikirkan dampaknya terlebih dahulu.
"Bulan Maret saya ke sini, dua hari sebelum pengosongan itu, kita tidak terpikirkan. Kita pikir ini akan langsung dikerjakan. Ternyata, buat apa waktu dulu diburu-buru sebelum keadaan yang jelas. Kebijakan dilakukan dan itu mengakibatkan kemiskinan yang semakin absolut. Ini tidak diperlakukan sebagai manusia. Saya tidak ada kata-kata yang bisa melukiskan," katanya.
Karenanya, rekan Sandi, Anies Baswedan berencana akan meninjau kembali kebijakan yang tidak memihak masyarakat tersebut.
"Ini yang saya katakan, kita review semua rencana dan ketika ada rencana penggusuran harus diperhatikan betul ini buat kepentingan publik atau bukan. Kalau untuk kepentingan publik, bagaimana publik dapat merasakan manfaatnya. Publik itu termasuk mereka yang diminta untuk pindah," kata Anies.
"Begitu digusur harus ada solusi bagi mereka, penghidupannya, kemudian fasilitas kesehatan, pendidikan. Kita harus pastikan itu ada solusi," tutup Anies.
Baca Juga: Anies-Sandi Diam Lihat Perempuan Menangis
Tag
Berita Terkait
-
8 Januari, Prabowo Panaskan Mesin untuk Menangkan Anies-Sandi
-
Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Jadi Ajang Rebutan Developer Besar
-
Awalnya Putri Sulung Sandiaga Tidak Mau Ayahnya Jadi Politikus
-
Anak Pertama Sandiaga Senang Ikut Kampanye, Anak Ketiga Bobok
-
Sandiaga Kampanye di Slipi Disusul Istri dan Anak
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Wali Kota Ungkap Penyebab Daratan Sampah di Tanggul NCICD Muara Baru
-
Prabowo Kumpulkan Pimpinan TNI di Istana, Bahas Arah Strategi Pertahanan
-
Habiburokhman Tanggapi SP3 Kasus Ijazah Jokowi yang Libatkan Eggy Sudjana
-
5 Gerak Cepat Sufmi Dasco Ahmad untuk Percepatan Pemulihan Aceh
-
Bawa 11 Orang, Pesawat ATR 42 IAT yang Hilang Kontak di Maros Masih Dicari
-
Pesawat ATR 42 Rute Yogyakarta - Makassar Hilang Kontak di Maros Pangkep
-
Sekolah Rakyat Berasrama, Menteri PPPA: Hak Asuh Anak Tetap di Tangan Orang Tua
-
Rekayasa Lalu Lintas Bakal Diberlakukan di Kota Tua Mulai Akhir Januari, Cek Jadwalnya!
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
KAI Catat 88 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Selama Libur Isra Mikraj