Suara.com - Polisi langsung menindaklanjuti terkait ditemukanya siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tingkat 1, Amirulloh Adityas Putra (18) yang tewas di salah satu gedung STIP, Jalan Marunda Makmur Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).
Empat kakak kelas korban telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban hingga meregang nyawa. Mereka yang telah ditetapkan tersangka yakni SM (20), WH (21), IS (22), dan AR (20).
"Sudah ada tersangka, mereka senior korban," kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (11/1/2017).
Menurutnya, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka.
"Saat ini masih dilakukan pemerikaan juga terhadap para tersangka.Tapi nanti lengkapnya akan saya umumkan lebih lanjut," kata Iriawan.
Dia juga menyampaikan akan melayangkan surat teguran kepada pihak sekolah, lantaran menganggap kasus pengeroyokan tersebut bukan kali pertama yang terjadi di STIP.
"Ini kan sudah kesekian kali, makanya kami tegur sekolah itu untuk ubah sistem yang ada di sekolah itu karena kerap terjadi penganiayaan seperti itu," ungkapnya.
Sebelumnya, Amirulloh ditemukam tewas salah satu gedung STIP, Jalan Marunda Makmur Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017). Korban diduga dikeroyok kakak kelasnya di Gedung dormitory ring 4 STIP, kamar M nomor 205 lantai 2.
Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi setelah korban selesai mengikuti latihan drum band pada pukul 17.00 WIB. Lalu, korban dipanggil salah satu pelaku dan pelaku lainnya ikut melakukan penganiayaan tersebut.
Baca Juga: Irena Dianggap Saksi Paling Bahaya, Tim Ahok akan Lapor Polisi
Korban dianiaya menggunakan tangan kosong. Penganiayaan itu dilakukan secara bergilir. Korban dipukuli di bagian perut, dada dan ulu hati. Setelah dinyatakan tewas, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik