Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sudah memeriksa sejumlah saksi ahli untuk penyidikan kasus dugaan fitnah dan penghasutan terkait penyebutan logo palu arit dalam lembaran uang Rp100 ribu yang dituduhkan kepada pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.
"Kan sudah periksa saksi ahli. Ini sudah penyidikan. Kami juga telah periksa ada saksi ahli pidana, kemudian dari saksi ahli ITE dari Kementerian Kominfo itu sudah diperiksa," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat, Selasa (17/1/2017).
Saat ini, kata Wahyu, penyidik tengah memeriksa saksi dari Bank Indonesia.
"Saksi dari BI akan menjelaskan apakah logo itu merupakan gambar palu arit atau bukan sehingga jadi dasar kesaksian ahli," ujar Wahyu.
Selanjutnya, untuk penjadwalan pemanggilan Rizieq sebagai saksi terlapor, masih menunggu semua hasil pemeriksaan saksi ahli.
"Nanti kita lihat. Kan belum sampai sana. Setelah (periksa saksi) ahli baru kita evaluasi, lalu kita lihat bagaimana peningkatannya," kata Wahyu.
Penyidikan kasus ini berawal dari pengaduan tiga lembaga swadaya masyarakat, di antaranya kelompok Solidaritas Merah Putih dan Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah.
Salah satu dasar laporan mereka adalah video ceramah Rizieq yang beredar luas di media sosial.
Mereka telah menyerahkan barang bukti berupa video ceramah Rizieq yang diambil dari YouTube FPI TV dan screen shoot video ceramah Rizieq.
Rizieq dilaporkan karena diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.
Sementara itu, siang tadi di RS Polri Kramatjati, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan agenda pemanggilan Rizieq dijadwalkan Senin pekan depan.
Iriawan mengatakan anggotanya sudah siap memberikan pengamanan jika nanti laskar pendukung Rizieq turun ke jalan untuk membela Rizieq.
Berita Terkait
-
FPI hingga Emak-emak Petamburan Aksi di Tanah Abang, Suarakan Tolak Peredaran Tramadol
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Guru PPPK Jadi PNS 2027 Apakah Harus Lewat Seleksi? Ini Penjelasannya
-
Sengketa Lahan di Rohul Memanas, Warga Sebut Perusahaan Perkeruh Keadaan
-
Lagi Panas Perang Iran, Donald Trump Dikabarkan Mau Bertemu Kim Jong Un
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp50.000, Buyback Ikut Terjun
-
3 Serum Vitamin C Brand Korea Terbaik Bikin Kulit Glowing Berdasarkan Review Asli
-
RI Sayangkan Negara Maju Kurang Serius Benahi Emisi Global
-
Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman
-
Pentagon Mau Tarik Pasukan AS dari Wilayah Timteng yang Diserang Iran, Nyerah?
-
Kebijakan Baru Pemkot Makassar Bikin Pusing Pemulung dan Pengangkut Sampah
-
5 Rekomendasi Rice Cooker 5 Liter Murah dan Low Watt, Pilihan Cerdas untuk Keluarga