Suara.com - Selain mengukur tingkat elektabilitas tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, lembaga survei Indikator Politik Indonesia juga mengukur sejauhmana warga Jakarta mengetahui janji kampanye dan isu seputar kandidat.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan pertanyaan yang diajukan kepada responden yaitu "apakah bapak atau ibu tahu atau pernah mendengar kabar bahwa pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berjanji memberi uang Rp1 miliar per tahun untuk tiap RW dan Rp5 juta per tahun untuk setiap kepala keluarga yang kurang mampu?"
"Pada bulan Desember yang lalu, 50 persen menjawab tahu dan 50 persen menjawab tidak tahu. Namun, di bulan Januari ini, 67 persen menjawab tahu, dan 33 persen menjawab tidak tahu," kata Burhanuddin di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).
Burhanuddin menambahkan pertanyaan tersebut kemudian dikembangkan menjadi: "jika tahu atau pernah dengar, seberapa yakin ibu atau bapak bahwa program tersebut akan ditepati jika Agus-Sylviana terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta?"
"Nah, ini yang menentukan. Yang jawab tahu pada bulan Desember lalu, ternyata hanya 26 persen yang menjawab yakin. Dan 56 persen menjawab tidak yakin. Pada bulan Januari, 24 persen menjawab yakin, dan 64 persen menjawab tidak yakin," ujar Burhanuddin.
Janji kampanye Agus-Sylvi lainnya yang juga ditanyakan yaitu mengenai relokasi warga Luar Batang. Bentuk pertanyaan yang diajukan yaitu pengetahuan dan keyakinan atas janji tersebut.
"Bulan Desember lalu, 25 persen jawab tahu. Dan 75 persen menjawab tidak tahu. Sedangkan di bulan Januari, 41 persen menjawab tahu, dan 59 persen menjawab tidak tahu," tutur Burhanudin.
Setelah pertanyaan dikembangkan menjadi apakah mereka yakin janji tersebut akan direalisasikan, ternyata jawabannya kurang positif.
"Pada bulan Desember, ada 39 persen menjawab yakin, dan 45 persen menjawab tidak yakin. Pada bulan Januari, hasilnya justru lebih tidak baik lagi, yaitu 38 menjawab yakin, dan 46 menjawab tidak yakin. Dan yang menjawab tidak tahu 16 persen," kata Burhanuddin.
Baca Juga: Ahok-Djarot Dikabarkan Bertengkar, Timses: Itu Fitnah Keji!
Tag
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Aksi di DPR, PB HMI MPO Angkat Patung Jelangkung dan Serukan 'Pembebasan Nasional'
-
Bukan Urusan Politik, Mensesneg Bongkar Isi Pertemuan Didit Hediprasetyo dan Jokowi
-
LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran
-
Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
-
KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!