Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka dari sebelas orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (25/1/2017). Mereka yang diduga teibat dalam kasus dugaan suap terkait uji materi atau judicial review undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan tersebut adalah, Hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, Pengusaha Impor Daging, Basuki Hariman, teman dekat Patrialis yang berperan sebagai perantara, Kamaluddin, dan seorang perempuan bernama Ng Fenny.
Patrialis dan Kamaludin diduga sebagai penerima suap, sementara Basuki dan Ng Fenny adalah pemberi suap. Diduga uang suap yang disepakati antara Pemberi dan penerima adalah 200 ribu Dolar Singapura. Tujuannya adalah agar memuluskan kepentingan pemberi uang dalam memutuskan uji materi undang-undang tersebut di MK.
Yang menarik dari penetapan anggota pilar penjaga konstitusi dan kawan-kawannya tersebut adalah munculnya beberapa orang sosok perempuan. Oleh karena itu, tak heran kalau awalnya, banyak orang yang awalnya menduga bahwa dalam memuluskan permohonan pengusaha tersebut, selain uang, gratifikasi seks juga disertakan buat Patrialis.
Dugaan tersebut menyusul diinformasikan tertangkapnya Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut dilakukan di sebuah Hotel. Namun, belakangan, informasi dugaan gratifikasi seks tersebut dibantah keras oleh KPK.
Meskipun KPK telah membantah, masih ada hal menjadi pertanyaan. Yaitu, siapa seorang perempuan yang sedang bersama Patrialis pada Rabu malam di pusat perbelanjaan Hotel Grand Indonesia, Jakarta Pusat tersebut. KPK sendiri sampai kini menutupnya rapat-rapat dengan berdalih tidak ada hubungannya dengan kasus yang sedang ditanganinya.
Selain para perempuan yang telah dilepas, ada juga seorang perempuan yang turut dijadikan tersangka oleh KPK. Dia adalah Ng Fenny.
Tak seorang pun tahu siapa dan bagaimana model sosok Ng Fenny setelah namanya disebutkan masuk dalam pasien KPK. Barulah ketahuan, penampakannya ketika keluar dari gedung KPK pada Jumat (27/1/2017) dini hari tadi.
Entah karena malu atau apa, dia tak memberikan komentar sedikitpun kepada wartawan. Karena terdiam, maka wartawanlah yang memberikan komentar terkait penampilan dan kasus yang melilitnya. Perempuan yang diduga juga sering ikut bermain golf atau bahkan juga menjadi Caddy saat Basuki Hariman bermain golf tersebut tidak memberikan jawaban.
Baca Juga: Patrialis Ditangkap KPK, Produk Kerja MK Juga Terdampak
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!