Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar berencana menyambangi Polda Metro Jaya pekan ini. Kedatangan Antasari itu berkaitan dengan kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang telah menyeretnya ke dalam penjara.
Pengacara Antasari, Boyamin Saiman mengatakan niatan kliennya mendatangi Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan perkembangan laporan perihal pesan singkat (SMS) gelap yang pernah diberikan kepada penyidik pada 2011 lalu. SMS itu diduga telah direkayasa seolah-olah Antasari pernah mengirim kepada Nasrudin.
"Kalau tidak Rabu (atau) Kamis (Antasari berencana ke Polda Metro). Menanyakan laporan SMS gelap yang dulu pernah kami laporkan saat 2011," kata Boyamin ketika dihubungi, Selasa (31/1/2017).
Antasari, kata dia juga masih mempertanyakan alasan polisi belum juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk adik Kandung Nasrudin, Andi Syamsuddin soal adanya SMS gelap tersebut.
"Selama ini kan belum pernah diperiksa saksi korban pak Antasari. Termasuk pak Andi Syamsuddin juga belum diperiksa SMS gelap itu. Nagih aja. Cuma mempertanyakan dan mendesak segera diproses," kata dia
Penyidik, lanjutnya juga pernah menjanjikan akan melakukan pemeriksaan terhadap Antasari ketika masih menjalani masa penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten. Namun, kata dia, hingga kliennya telah dibebaskan pemeriksaan tersebut belum juga dilakukan.
"Waktu itu menjajikan mau memeriksa antasari di dalam lapas tahun 2014 itu. Sampai beliau keluar juga tidak ada. Mau menuntut keadilan karena kami memang korban," kata Boyamin.
Lebih lanjut, Boyamin mengatakan niatan Antasari ke Polda Metro tidak bertujuan untuk menemui Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan. Antasari, kata dia hanya ingin bertemu penyidik yang pernah menanganu kasus kliennya.
"Tanya penyidiknya aja. Dulu pernah di Subdit Kamneg (Keamanan Negara) satu lagi lupa saya. Kami datang ke situ," kata Boyamin.
Baca Juga: Jika Punya Bukti Baru, Antasari Ditunggu Kapolda di Ruang Kerja
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan memastikan akan membuka kembali kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang telah menjatuhkan Antasari Azhar dari jabatan Ketua KPK. Bahkan, Iriawan mengaku mempersilahkan Antasari datang langsung ke ruang kerjanya untuk membawa bukti baru
"Boleh aja, bisa silakan saja," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Senin (30/1/2017).
Iriawan mendapatkan informasi bahwa dalam waktu dekat Antasari akan menyambangi Polda Metro untuk menanyakan perkembangan laporannya soal adanya SMS gelap. "Katanya mau tanya ke Dirkrimsus soal laporan dia tentang SMS," kata Iriawan yang menjabat Dirkrimum Polda Metro Jaya ketika kasus pembunuhan Nasrudin mencuat ke publik.
Iriawan menjelaskan kenapa laporan Antasari belum ditindaklanjuti polisi sampai selesai. Sebab, kata dia, alat bukti yang diberikan Antasari ketika itu kurang lengkap. Iriawan mengatakan Antasari pernah mengajukan dua kali gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun kalah karena kekurangan alat bukti. "Tapi udah dua kali praperadilan dan tidak bisa karena tidak ada bukti lain," katanya.
Nasrudin meninggal dunia secara tragis pada 15 Maret 2009. Dia ditembak di dalam mobil usai bermain golf. Kasus itulah yang kemudian menjatuhkan Antasari dari jabatan ketua KPK pada tahun 2009 atau di era pemerintahan di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat ini, setelah mendapatkan grasi dari Presiden Jokowi. Setelah dia menjadi orang bebas, dia memberi sinyal untuk melanjutkan upaya membongkar kasus yang dituduhkan kepadanya, yaitu sebagai otak pembunuhan Nasrudin.
Berita Terkait
-
Jika Punya Bukti Baru, Antasari Ditunggu Kapolda di Ruang Kerja
-
Antasari Akan Gabung ke PDIP, Ini Tanggapan Partai SBY
-
Polisi Baru Bisa Lanjutkan Kasus Antasari Jika Hal Ini Terpenuhi
-
Polisi Anggap Bukti Pembunuhan yang Diberikan Antasari Lemah
-
Jika Gabung dengan PDIP, Antasari Dapat Posisi Menggiurkan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21
-
Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka