Suara.com - Polda Metro Jaya mulai menyelidiki laporan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar terkait SMS gelap. Ini terkait kasus pembunuhan terhadap Direktur PT. Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
"Informasi dari penyidik Polda masih dilakukan penyelidikan terkait masalah itu," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).
Penyidik tengah mencari sosok yang mengirimkan pesan SMS kepada Nasrudin sebelum dibunuh. Sebab Antasari menyatakan tidak pernah mengirim SMS kepada yang bersangkutan.
"Secara penyelidikan itu yang dikerjakan oleh penyidik, untuk mencari dari mana SMS yang dikirimkan ke alamat nomor HP almarhum (Nasrudin). Jadi dalam hal membuka data record percakapan, termasuk SMS itu bisa menjadi bagian yang dikerjakan juga," ujar dia.
Namun yang bisa menjadi kendala adalah ketika isi SMS yang sudah lama bisa hilang secara otomatis.
"Seperti SMS incoming, oncoming itu kalau kita kerjasama dalam konteks penegakan hukum harus ada atas dasar permintaan. Nah permasalahannya kalau periodenya ke belakang, ada konten-konten yang secara otomatis dalam kurun waktu tertentu terputus otomatis," tutur dia.
Nasrudin tewas secara tragis pada 15 Maret 2009. Dia ditembak di kawasan Tangerang.
Kasus itulah yang kemudian menjatuhkan Antasari dari jabatan ketua KPK pada tahun 2009 atau di era pemerintahan di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat ini, setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo, Antasari berjuang untuk membongkar kasus yang dituduhkan kepadanya, yaitu sebagai otak pembunuhan Nasrudin. Antasari merasa menjadi korban kriminalisasi.
Baca Juga: Tagih Laporan SMS Gelap, Antasari Berencana Sambangi Polda Metro
Tag
Berita Terkait
-
Tagih Laporan SMS Gelap, Antasari Berencana Sambangi Polda Metro
-
Jika Punya Bukti Baru, Antasari Ditunggu Kapolda di Ruang Kerja
-
Antasari Akan Gabung ke PDIP, Ini Tanggapan Partai SBY
-
Polisi Baru Bisa Lanjutkan Kasus Antasari Jika Hal Ini Terpenuhi
-
Polisi Anggap Bukti Pembunuhan yang Diberikan Antasari Lemah
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri
-
Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik
-
Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM