Mantan Ketua KPK Antasari Azhar di kawasan Istana ingin bertemu Presiden Joko Widodo [suara.com/Erick Tanjung]
Anggota Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat Taufiqulhadi menyarankan kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar tidak terlibat politik untuk saat ini. Pernyataan Taufiqulhadi menanggapi opini yang menyebutkan Antasari layak menjadi jaksa agung.
"Menurut saya, kepada Pak Antasari, beliau memberikan sumbangan kepada negara dalam bentuk gagasan perbaikan, tidak perlu kemudian terlibat di dalam aktivitas politik," kata Taufiqulhadi di DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Taufiqulhadi menilai jika Antasari terlalu cepat menduduki jabatan di pemerintah, beresiko menimbulkan kontroversi baru.
Anggota Komisi III DPR mengatakan Antasari punya latar belakang hukum yang baik. Akan lebih bermanfaat bila ilmu tersebut disumbangkan kepada negara dalam bentuk gagasan.
"Semua renungan di dalam penjara yang sangat panjang itu jadi lebih bermanfaat. Jadi tidak perlu lagi misalnya tergiur dengan sejumlah iming-iming akan ada jabatan dan sebagainya. Itu pasti akan menimbulkan kontroversi ke depan," kata dia.
"Berikan pendapatnya, nggak usah aktif sebagai aktivis politik, untuk apa? Kan beliau bisa ikut lembaga-lembaga, sehingga gagasannya mengalir. Seperti itu. Untuk apa jadi aktivis politik tadi?" Taufiqulhadi.
Antasari baru saja mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. Dia sebelumnya menjadi terpidana kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, tahun 2009.
Dia menegaskan bahwa dirinya menjadi korban kriminalisasi. Tetapi, dia tetap divonis bersalah dan telah menjalani hukuman selama beberapa tahun.
Saat ini, Antasari sedang berjuang untuk membongkar otak kasus pembunuhan yang telah menjatuhkannya dari jabatan pimpinan KPK.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Antasari Azhar Wafat: Dari Ujung Tombak KPK, Jeruji Besi, Hingga Pesan Terakhir di Rumah
-
'Saya Ingin Pulang', Permintaan Terakhir Antasari Azhar Sebelum Hembuskan Napas Terakhir
-
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Tutup Usia pada 72 Tahun
-
Mengenang Antasari Azhar: Dari Jaksa Tegas hingga Ketua KPK di Era SBY yang Kontroversial
-
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia, Pimpinan KPK Melayat
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!