Trimedya Panjaitan. [antara/ Prasetyo Utomo]
Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menegaskan Fraksi PDI Perjuangan dan fraksi-fraksi partai pendukung pemerintah siap menghadapi penggunaan hak angket terhadap pemerintah untuk menyelidiki dugaan penyadapan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang digalang Fraksi Demokrat. Tapi, wacana tersebut sekarang ini belum bergaung di Parlemen.
"Kami belum mendengar pada saat Sekretariat Fraksi PDIP mengecek di lapangan, belum ada anggota kami ditawari, atau katakanlah fraksi koalisi pemerintah ditawari untuk menandatangani. Mungkin saja kalau itu ditindaklanjuti, kalau kawan-kawan mengusulkan, Benny K. Harman (demokrat) dan kawan-kawan lagi menyusun konsepnya. Tapi prinsipnya dari PDIP dan fraksi pendukung pemerintah siap menghadapi hak angket seandainya itu dilakukan," kata Trimedya di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, hari ini.
"Kami belum mendengar pada saat Sekretariat Fraksi PDIP mengecek di lapangan, belum ada anggota kami ditawari, atau katakanlah fraksi koalisi pemerintah ditawari untuk menandatangani. Mungkin saja kalau itu ditindaklanjuti, kalau kawan-kawan mengusulkan, Benny K. Harman (demokrat) dan kawan-kawan lagi menyusun konsepnya. Tapi prinsipnya dari PDIP dan fraksi pendukung pemerintah siap menghadapi hak angket seandainya itu dilakukan," kata Trimedya di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, hari ini.
Wacana penggunaan hak angket digulirkan Fraksi Demokrat untuk menyambut konferensi pers Yudhoyono pada Rabu (1/2/2017). Yudhoyono curiga teleponnya disadap. Pangkal kecurigaan Yudhoyono berasal dari pertanyaan pengacara Basuki Tjahaja Purnama di persidangan perkara dugaan penodaan agama kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin untuk mengonfirmasi apakah ada telepon dari Yudhoyono kepada Ma'ruf yang intinya untuk mengatur pertemuan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di kantor PBNU pada Jumat (7/10/2017) dan meminta menerbitkan fatwa MUI berisi Ahok menghina ulama dan Al Quran.
Menurut Trimedya langkah menggunakan hak angket dalam kasus ini terlalu jauh. Trimedya kemudian mengulang pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menyatakan tidak ada urgensinya menyadap pembicaraan Yudhoyono.
"Karena tadi kan sudah sama-sama kita dengar juga, Pak Luhut berbicara bahwa tidak ada urgensinya pemerintah mau menyadap," kata dia.
Trimedya menambahkan pengacara Ahok juga tidak pernah menyebutkan kata penyadapan dan barang bukti transkrip percakapan telepon dalam persidangan.
"Dan kita tanya tim pengacara (Ahok) seperti apa? Tidak ada tuduhan ada penyadapan. Kan kalau pengacara biasa, kita mendengar seperti ini apakah benar, apakah benar, dan kemudian itu penyadapan. Dan itu yang membuat kita agak kaget, dan saya kira kalau itu dilakukan, orang juga tahu siapa yang kegeeran bahwa dia disadap. Dan apa kepentingannya pemerintah menyadap, karena kita sudah langsung tanya kepada kawan-kawan di sidang itu, tidak ada," kata dia.
Di luar polemik sikap Ahok dan pengacaranya terhadap Ma'ruf, Trimedia sudah mencari tahu apakah benar ada penyebutan penyadapan dan barang bukti transkrip percakapan. Hasilnya tidak ada.
"Kalau yang lain saya sudah cek, tidak seperti yang sudah disampaikan, sayang saja sidang Ahok ini tidak terbuka. Seandainya seperti persidangan Jesica, sebenarnya orang bisa tahu. Kadang-kadang orang yang menyidangkan itu sampai 12 malam, dan itu yang terjadi," kata dia.
"Jadi intinya kami siap, karena kami melihat tidak ada substansinya pemerintah menyadap," kata Trimedya.
Komentar
Berita Terkait
-
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia!
-
Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 52 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita
-
Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi
-
Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris
-
Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang
-
Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit
-
Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG
-
HP Apa yang Bisa Foto Live selain iPhone? Ini 9 HP Murah Terbaik untuk Kamu
-
Tekuk Prancis 2-0, Spanyol Bangkit dan Jadi Tim Terkuat Piala Dunia
-
Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang Jadi Alarm, Sosiolog UGM Soroti Bahaya Copycat Crime
-
Mahfud MD Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Begini Reaksi Istana