Suara.com - Kepolisian Metro Jaya tidak mengacuhkan permohonan tim pengacara musikus Ahmad Dhani, yang meminta penghentian penyidikan kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, surat perintah penghentian penyidikan(SP3) tidak bisa sembarangan diterbitkan tanpa ada dasar yang kuat.
"Dihentikan bagaimana? Kan ada syarat sendiri. SP3 bisa dikeluarkan kalau tersangka meninggal dunia, kasusnya kedaluarsa, dan tidak cukup bukti. Kalau tidak memenuhi salah satu persyaratan itu, SP3 tidak bisa diterbitkan,” tutur Argo, Rabu (22/2/2017).
Argo juga menepis tuduhan penyidik tidak memiliki bukti kuat untuk menetapkan calon wakil bupati Bekasi itu sebagai tersangka.
Sebaliknya, ia memastikan penyidik justru tengah melengkapi berkas kasus Dhani agar bisa segera diberikan kepada kejaksaan.
"Tunggu saja, berkasnya masih dilengkapi," tukasnya.
Sebelumnya, pengacara Dhani, Alamsyah Hanafiah, mengungkapkan rencana mengajukan surat permohonan agar polisi bisa menghentikan kasus kliennya
"Ada rencana dari Ahmad Dhani untuk mengajukan permohonan SP3. Permohonan secara lisan sudah kami sampaikan," kata Alamysah di Polda Metro Jaya, Selasa (21/2).
Alamsyah mengatakan, dirinya masih menunggu Dhani untuk mengirimkan permohonan tertulis kepada penyidik yang sempat tertunda lantaran kliennya sibuk berkampanye.
Baca Juga: Pesta di Bali Bareng Glenn Fredly, Aura Kasih Malas Bahas
Alamsyah meyakini, penyelidikan kasus Dhani bisa dihentikan kalau polisi tidak menemukan sedikitnya dua alat bukti.
"Kalau tidak cukup dua alat bukti bisa saja dihentikan polisi tanpa ada permohonan SP3. Sejauh ini kami menilai polisi belum memunyai hal itu,” tuturnya.
Untuk diketahui, Ahmad Dhani dibekuk polisi jelang aksi 2 Desember 2016. Ia ditangkap dengan tuduhan menghuna penguasa yang melanggar Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Berita Terkait
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Ahmad Dhani Pilih Lokasi Prewedding El Rumi, Kenapa Dikritik Terlalu Ikut Campur?
-
Polisi Resmi Rilis Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
-
Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda