Suara.com - Perkumpulan Cinta Ahok (Cinhok) melaporkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).
Laporan organisasi pendukung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) itu, diterima bagian pengaduan DKPP dengan nomor 119/n-p/L-DKPP/2017.
Koordinator Perkumpulan Cinhok Yuliana Zahara Mega mengatakan, Sumarno dilaporkan ke DKPP karena dianggap tidak netral serta terindikasi melanggar kode etik.
Sumarno dianggap melakukan pelanggaran etik, karena pernah memasang foto di layanan mengobrol di telepon seluler (ponsel), Whatsapp, aksi '212'.
"Kami tahu bahwa 212 itu merupakan kepentingan politik. Seharusnya Pak Sumarno sebagai Ketua KPU DKI menghindari hal itu, karena menggiring opini masyarakat. Indikasi tersebut jelas melanggar asas netralitas, proposionalitas dan profesionalitas sebagaimana perundang-undangan yang berlaku," kata Yuliana.
Menurutnya, Sumarno melanggar Pasal 10 huruf a dan b, Pasal 14 huruf c peraturan bersama KPU, Bawaslu, DKPP No 13 tahun 2012, No 11 tahun 2012, No 1 tahun 2012 tentang kode etik penyelenggara Pemilu.
Menurutnya tindakan Ketua KPU DKI itu telah menimbulkan keresahan di masyarakat dan berpotensi menodai pelaksanaan DKI 2017.
Selain itu, sambung Yuliana, Sumarno juga pernah datang, bertemu, dan berbicara dengan cagub nomor urut tiga Anies Baswedan di TPS 29 Kalibata. Hal tersebut dinilai ada keberpihakan pada paslon Anies-Sandi.
Baca Juga: Polisi Prediksi Korban Pedofil Candys Group Akan Bertambah
"Terakhir, ketika Rapat Pleno KPU DKI dengan kedua paslon beberapa waktu lalu. Di situ kami melihat, Ahok-Djarot diundang pukul 19.30 Wib, tapi sampai 19.55 Wib belum ada pertemuan. Ternyata, Sumarno makan malam dengan Paslon lain (Anies-Sandi)," tandasnya.
Berita Terkait
-
Golkar Jelaskan Soal Sumarno Ikut Rapat Internal Timses Ahok
-
Ketua KPU DKI Akui Lima Kekurangan di Pilkada Putaran Pertama
-
Banyak Masalah Dalam Pilgub DKI, Ketua KPUD DKI Minta Maaf
-
Tak Cuma AHY, Kandidat Pilgub DKI Sebelumnya Juga Legowo Kalah
-
Kembali ke Balai Kota, Sumarsono Beri Pesan ke Ahok dan Djarot
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan