Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta KPK objektkif dalam mengungkap kasus korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (E-KTP). Hal ini supaya penanganan kasus korupsi E-KTP tidak melebar.
"Kami menghomati penegakan hukum KPK, KPK harus berjalan objektif cermat. Kenapa penting agar hukum tidak melebar kemana-mana," ujar Masinton di Warung Daun," ujar Masinton di Warung Daun, Cikini, Sabtu (18/3/2017).
Tak hanya itu, Masinton meminta kasus korupsi E-KTP tidak dipolitisasi. Ia juga meminta KPK fokus dengan dakwaannya.
"Hukum jangan jadi alat politisasi. Itu koridor yang harus dipegang penegak hukum. Hukum untuk keadilan," ucap dia.
"Jangan sampai KPK mengkriminalisasi melalui opini hukum yang menurut kita sebuah dakwaan yang tidak jelas, membingungkan. Lantas menyebut nama sekian orang tidak fokus. Fokus saja dakwaan kejar ke sana (pelaku utama)," ucap dia.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai jika penanganan kasus korupsi E-KTP dapat memakan lama hingga dua tahun, dapat merusak opini pada Pemilu 2019 mendatang.
"Ini kan juga dalam proses dua tahun kita akan Pemilu. Daya rusak opini bisa berbahaya," tandasnya.
Berita Terkait
-
Banyak 'Pembonceng' Ambil Keuntungan dari Kasus Korupsi e-KTP
-
Membongkar Strategi KPK Jerat 'Pemain Kelas Kakap' e-KTP
-
Berkas Dakwaan Kasus Korupsi e-KTP Dikritik Terlalu Tebal
-
PKS: Kasus e-KTP Jangan Jadi Ajang Balas Dendam ke Rezim Lama
-
KPK Tak Berani Jamin Setya Novanto Diperkarakan di Korupsi e-KTP
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026