Suara.com - Kasim Efendi angkat bicara terkait analisa sementara polisi yang menyebut ada dugaan putrinya, Tri Ari Yani Puspo Arum (22) dibunuh oleh pelaku pencurian. Dia ragu dengan analisa itu.
"Kalau memang itu pencurian masa sekejam itu sih. Kalau pencurian masa ada penusukan di punggung sampe empat, terus di leher ada dua. Masa sekejam itu," kata Kasim kepada suara.com, Senin (27/3/2017).
Meski demikian, dia menganggap analisa sementara polisi masih logis apabila ada dugaan pembunuhnya adalah pelaku spesialis pencurian kos-kosan.
"Tapi kalau memang itu analisanya ya boleh aja, nggak masalah. Itu kan wewenang polisi," kata Kasim.
Apapun motif yang melatarbelakangi kasus pembunuhan Arum yang tewas bersimbah darah di kamar mandi kos, pihak keluarga sangat berharap polisi segera menangkap pelakunya.
"Harapan saya itu saja, cepat tertangkap siapapun pelakunya. Ya terpenting kalau itu sudah keputusan polisi. Ya, siapapun ya saya harus terima. Saya justru bersyukur," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan mengatakan hasil analisa sementara menunjukkan tanda-tanda adanya kematian Puspo Arum dilatari kasus perampokan.
"Kami menyimpulkan (pelaku) bukan orang dekat, tapi kemungkinan pelaku pencurian. Itu baru dugaan sementara ya," kata Hendy di Polda Metro Jaya.
Tapi, dia tidak mau terburu-buru menyimpulkan.
Baca Juga: Polisi Bilang Ada Titik Terang, Ortu Puspo Arum Belum Puas
"Penyidik kan harus demikian cara kerjanya, cara membuktikannya harus dengan jalur pembuktian secara IT, investigasi," katanya.
Sejauh ini, kata dia, kendala yang dialami polisi menyelidiki kasus tersebut adalah minimnya keterangan saksi.
"Minimnya saksi, kemudian kesesuaian analisa olah TKP dengan IT masih sulit menyimpulkan dari arah pelaku," kata Hendy.
Puspo ditemukan meninggal dunia secara tak wajar di kamar mandi indekosnya, Jalan Kebon Jeruk, RT 8, RW 11, Jakarta Barat, pada Senin (9/1/2017), sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika ditemukan, di tubuh mahasiswi angkatan 2016 Jurusan Teknik Industri Universitas Esa Unggul terdapat luka tusukan di leher dan sayatan di tangan.
Luka sayatan di tangan dicurigai sebagai bentuk upaya perlawanan. Sementara sejumlah barang berharga mahasiswi tersebut juga raib.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno