Ahli agama Islam yang juga Rois Syuriah PBNU Masdar Farid Mas'udi mengatakan tak masuk akal apabila terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan penodaan agama disaat Ahok ingin maju sebagai calon gubernur Jakarta petahana di Pilkada Jakarta 2017.
"Itu sangat ditentukan oleh nawaitunya dari si pelaku Pak Basuki. Kayaknya pada saat dia mau nyalon jadi pemimpin kok menodai agama yang dianut mayoritas, nggak masuk akal deh," ujar Masdar usai memberikan keterangan di sidang ke-16 Ahok, gedung Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).
Menurutnya, kasus Ahok masuk ke ranah pengadilan karena dimainkan oleh lawan politik. Isu ini, kata dia, sangat erat dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
"Sebenernya isu ini digoreng (lawan politik Ahok), saya kira dalam konteks pilkada ini. Saya kira itu lebih sarat dengan motif politik," kata dia.
Kemudian, Masdar menegaskan surat Al Maidah ayat 51 bukan keharusan orang Islam memilih pemimpin yang seiman. Umat muslim tak boleh memilih non-muslim apabila calonya mengusir, memerangi umat muslim lainnya.
"Itu yang tidak boleh. Jadi tidal sekedar beda agama. Ini negara bangsa, kita tidak boleh diskriminasi orang di ruang publik berdasarkan faktor primordial. Nanti kan kalau ada isu agama, isu SARA, orang yang sukunya beda nggak boleh dipilih, yang etnisnya beda nggak boleh dipilih. Rusak negeri ini," ujar Masdar.
"Ini negara bangsa bukan negara agama. Agama boleh dirujuk tapi sebagai sumber moralitas," Masdar menambahkan.
Pemimpin yang dibutuhkan, kata Nasdar harus memiliki sifat amanah dan adil dalam menjalankan pemerintahan. Sehingga bukan berdasarkan keyakinan yang seiman.
Baca Juga: Ucapan Ahok Soal Al Maidah Dimanfaatkan Lawan Politik
"Yang penting adil. Adil tidak boleh diskriminasi rakyat berdasarkan SARA. Negara harua mengayomi semua pihak, nggak boleh berdasarkan suku, agama, ras," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini
-
Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas
-
Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres
-
Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman
-
Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!
-
Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran
-
Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran
-
Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup