Suara.com - Tim penasehat hukum calon wakil gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersikeras kliennya tidak tahu proses penjualan lahan di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten. Penjualan tanah itu ditujukan sebagai proses likuidasi saat PT Japirex mengalami gulung tikar.
"Pak Sandi nggak tahu itu. Karena penjualan ini dilakukan oleh tim likuidasi. Pak Sandi itu pemegang saham dari PT yang dilikuidasi," kata salah satu penasehat hukum Sandiaga, Agus Soetopo usai mendampingi pemeriksaan Sandiaga di Polda Metro Jaya, Jumat (31/3/2017).
Agus mengaku jika Sandiaga selaku pemegang saham perusahaan dibidangi rotan tersebut tidak pernah menerima hasil kerja dari tim likuidator terkait penjualan tanah. Agus menyebutkan saat itu tim likuidator diketuai Direktur Utama PT Andreas Tjahyadi. Jhony Hidayat yang menjadi pihak yang melaporkan Sandiaga juga menjadi anggota tim likuidator.
"Tim likuidator yang memang dalam hal ini diketuai oleh Pak Andreas sebagai Dirut dan juga ketua tim likuidator. Pak Jhony sebagai anggota dan juga sebagai direktur," kata dia.
Dia malah menganggap Jhony yang menjadi anggota tim likuidator PT Japirex tahu secara persis hasil penjualan lahan tersebut.
"Pak Jhony dalam hal ini sebagai pelapor ternyata juga dia salah satu direksi yang seharusnya mengelola perusahaan ini dengan baik. Termasuk dia selaku tim likuidator yang sepertinya tahu persis. Tim ini lah yang tahu ke mana uangnya harus dilaporkan," kata dia.
Meski Sandiaga mengaku belum mendapatkan laporan dari tim likuidator. Dia memperkirakan total keseluruhan dari hasil penjualan lahan di PT Japirex mencapai keuntungan belasan miliar.
"Dari Pak Sandi sih memang belum dapat laporan yah. Mungkin kalau dari yang kita pernah dengar sekitar Rp11 miliar yah," kata dia.
Dia juga menambahkan seharusnya yang harus bertanggungjawab soal hasil penjualan tanah di Jalan Curug Raya adalah tim likuidator.
Baca Juga: Sandiaga Kenal Baik dengan Orang yang Melaporkannya ke Polisi
"Jadi Pak Sandi itu kedudukannya hanya sebagai pemegang saham yang perusahaannya dilikuidasi, jadi tanggung jawabnya ada di likuidator," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
-
KPK Periksa Kepala Divisi LPEI Terkait Dugaan Korupsi Kredit yang Rugikan Negara Rp11 Triliun
-
Suara Bising 24 Jam dan Teror Limbah: Jeritan Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan ke Jakarta
-
24,5 Persen Anak Jambi 'Fatherless', Gubernur Sebut Jadi Pemicu Remaja Gabung Geng Motor
-
Lewat Surat Internal, Megawati Tegaskan PDIP Tak Ambil Jalur Oposisi
-
Banyak Salah Sasaran, Cak Imin Minta Orang Kaya Tak Lagi Ngaku Miskin di BPJS Kesehatan
-
Komedian Narji Resmi 'Pindah Kapal' dari PKS ke PSI, Siap Tempur untuk Pemilu 2029
-
Prabowo Berbisik ke Titiek Soeharto, Lalu Berfoto Bertiga dengan Narendra Modi di Prambanan
-
Dihadang saat Mau Geruduk BGN, Orator Demo MBG Sebut 1,5 Juta Pekerja Terancam: Negara Harus Hadir!
-
Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta